Pemprov Jabar Fasilitasi Pengobatan Guru Lumpuh

pemprov-jabar-fasilitasi-pengobatan-guru-lumpuh Daud Achmad.. (antaranews.com)

PINDAINEWS, Bandung -- Sudah menjadi tanggung jawab negara untuk melindungi dan menyejahterakan warganya. Hal itu ditunjukkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Pemprov Jabar siap memfasilitasi SA (31) seorang guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Sukabumi yang terdiagnosa menderita Guillain-Barre Syndrome (GBS), sebuah penyakit saraf yang sangat langka.

Ketua Harian Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, menegaskan, mengatakan pihaknya siap membantu SA untuk memperoleh hunian sementara selama pengobatan di Bandung.

Komite Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Jabar memastikan, dugaan KIPI berat yang dialami SA usai Vaksinasi Covid-19 tidak terbukti. 

SA mengalami penglihatan buram 12 jam pasca Vaksinasi Covid-19, yang dilakoninya awal April 2021. Selanjutnya, anggota tubuh dan gerak melemah. Karenanya, selama 23 hari, SA menjalani perawatan Rumah Sakit di Sukabumi. 

Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, Marion Siagian, menambahkan, sejak vaksinasi bergulir, terdapat 107 KIPI ringan dan 36 serius. "KIPI ringan mayoritas ngantuk, merah pada titik penyuntikan, dan timbul selera makan (lapar)," jelasnya.

Sedangkan 36 KIPI katagori serius, sambungnya, tuntas menjalani audit. Hasilnya, tegas dia, tidak ada efek langsung vaksin Covid-19 ini

Komda KIPI Jabar, dr Rodman Tarigan, menjelaskan, pada KIPI serius, mayoritas pasien pingsan setelah menjalani vaksinasi. Penyebabnya, kilah dia, pasien mengalami kecemasan plus ketakutan saat melihat jarum suntik.

"Kasus KIPI berat rasionya sejuta banding seorang. Sedangkan reaksi alergi berat dan ringan sekitar 2,5-5 persen,” ujar Kusnandi


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar