Permudah Logistik, PT KAI Aktifkan Jalur ke Tanjung Perak

permudah-logistikpt-kai-aktifkan-jalur-ke-tanjung-perak PT KAI aktifkan jalur ke Tanjung Perak Surabaya.. (pindainews/ISTIMEWA)

PINDAINEWS -- Tidak pelak lagi, ketersediaan sarana infrastruktur, satu di antara jalur kereta, bisa berdampak positif bagi beragam aktivitas, terutama sektor ekonomi, seperti logistik. 

Dasar itu yang membuat PT Keretra Api Indoensia (KAI) (Persero) bekerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero) membuka akses ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Belum lama ini, akses kereta dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok, resmi beroperasi. Peresmiannya ditandai oleh perjalanan kereta barang peti kemas sebanyak 10 rangkaian berkapasitas 20 TEUs dari Pelabuhan Tanjung Perak ke Stasiun Pasoso, Jakarta. 

Perjalanan perdana tersebut diresmikan oleh Direktur Utama PT KAI (Persero), Didiek Hartantyo, Direktur Utama PT Pelindo III (Persero), Boy Robyanto, dan Direktur Utama Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Dothy.

"Terbangun dan tersedianya konektivitas jalur kereta ke Tanjung Perak, distribusi logistik menjadi lebih efisien," tandas Didiek Hartantyo, dalam keterangan resminya.

Didiek menjelaskan, integrasi jalur kereta dan pelabuhan ini merupakan wujud implementasi MoU antara pihaknya dan PT Pelindo III (Persero) sebagai induk usaha TPS yang penandatanganannya pada November 2020. Hal ini, kata Didiek, merupakan sebuah semangat untuk mewujudkan sinergi, berupa konektivitas antara angkutan kereta dan pelabuhan.

Didiek mengatakan, reaktivasi angkutan logistik ini merupakan milestone yang sangat penting. Aktivasi ini, kata Didiek, memberikan nilai lebih bagi sektor logistik dan kepelabuhanan nasional sekaligus sebagai value creator sehingga lebih berdaya saing. 

Didiek mengatakan, jalur ini mengalami kevakuman pada 30 Maret 2016. Untuk me-reaktivasi, ujarnya, pihaknya melakukan berbagai persiapan. Antara lain,  ungkap dia, membongkar material yang menutupi jalan rel, penggantian wesel dan bantalan rel baru, serta memperbaiki posisi rel.

TPS, kata Didiek, memiliki 2 jalur kereta. Setiap jalur, sambungnya, mengakomodir angkutan kereta Barang Petikemas berrangkaian hingga 20 GD, atau total kapasitas sebanyak 40 TEUs, untuk multikomodtas ekspor-impor.

Dia menuturkan, di Jatim, potensi logsitik menggunakan kereta sangat besar. Sebagai contoh, sebut dia, logistik asal Gresik. Dari titik itu, imbuhnya, potensi potensi angkutan barang menggunakan kereta mencapai 377 ribu ton per tahun. 

"Harapannya, melalui sinergi, kolaborasi, dan konektivitas yang terintegrasi ini bisa berkelanjutan sustain untuk membangun nilai tambah industri logistik lebih efisien sehingga biaya logistik nasional, yang masih sekitar 23-26 persen, mendekati negara-negara maju yakni 8-12 persen,” tutup Didiek.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar