Menhub: Presiden Bangga Punya LRT Produk Dalam Negeri

menhub-presiden-bangga-punya-lrt-produk-dalam-negeri Presiden Joko Widodo saat uji coba Light Rapid Transit (LRT) Jabodetabek.. (antara)

PINDAINEWS--Lahirnya angkutan moda transportasi Light Rapid Transit (LRT) produk dalam negeri membuat bangga Presiden RI Joko Widodo. Kereta ringan LRT Jabodetabek ini diproduksi oleh perusahaan BUMN PT INKA, dengan konstruksi dibangun oleh PT Adhi Karya. 

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai mendampingi uji coba LRT Jabodetabek oleh Presiden. LRT yang melintasi rute Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) tersebut menempuh jarak 44 km dengan 18 titik pemberhentian.

"Presiden bangga karena ada satu angkutan LRT panjangnya 44 km dengan 18 titik pemberhentian. Ini akan selesai pertengahan tahun depan," ujar Menhub, seperti dilansir LKBN Antara, Rabu (9/6/2021).

Menhub Budi Karya mengatakan kebanggaan Presiden beralasan, sebab sebuah teknologi tidak mungkin diraih sebuah bangsa begitu saja. Dia mengatakan harus ada upaya yang dilakukan dan terbukti konsorsium perusahaan anak bangsa dapat membangun LRT yang kualitasnya tidak kalah dengan negara lain.

"Terbukti di beberapa negara kita mampu memenangkan tender. Oleh karenanya, kita sepakat semua angkutan massal yang ada di kota-kota besar akan dilanjutkan dengan semangat ini," jelasnya.

Menhub menyampaikan LRT Jabodebek akan menghadirkan 31 rangkaian, di mana 26 rangkaian di antaranya sudah selesai saat ini.

Menurutnya, hal ini menunjukkan semua dilakukan dengan tepat, konservatif dan memiliki waktu untuk mengintegrasikan.

Menurut Menhub, dalam kesempatan tersebut Presiden memberikan arahan yakni pertama, upayaupaya menghadirkan transportasi massal harus terus konsisten dilakukan. Kedua, upaya memberdayakan potensi angkutan bangsa harus dilakukan.

Ketiga, lakukan dengan baik supaya integrasi antarmoda kereta api dengan kereta lain atau angkutan lain menjadi baik. Keempat, upayakan pemerintah memberi stimulasi dan swasta diperankan.

"Sekarang kebetulan PT KAI yang diperankan. Lain waktu bisa saja perusahaan lain. Oleh karenanya di era sekarang ini kita memberi kesempatan kepada swasta untuk berperan dan bisa turut serta dalam pembangunan nasional," jelas Menhub.


Editor: Haris Pam

Komentar