Data Inflasi Segera Terbit, Rupiah pun Terkoreksi

data-inflasi-segera-terbit-rupiah-pun-terkoreksi Petang ini, rupiah terkoreksi sangat tipis.. (ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Banyak hal dan faktor yang memengaruhi perkembangan kurs rupiah. Satu di antaranya berkaitan dengan perkembangan inflasi di Amerika Serikat (AS).

Buktinya, menjelang terbitnya data inflasi AS, petang ini, rupiah terkoreksi. Pada penutupan transaksi antar-bank, Rabu (9/6/2021) petang, rupiah terkontraksi sangat tipis, yakni 2 poin atau 0,02 persen.

Dampaknya, posisi rupiah menjadi Rp 14.255 per dolar AS. Posisi mata uang garuda sebelumnya, yakni Rp 14.253 per dolar AS.

Pada pembukaan transaksi tadi pagi, rupiah pun terkoreksi, yakni pada level Rp 14.263 per dolar AS. Pergerakannya pada hari ini, pada kisaran Rp 14.253-Rp 14.271 per dolar AS.

Berbeda dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI). Petang ini, JISDOR BI menunjukkan, posisi rupiah sama dengan sebelumnya, yaitu Rp 14.262 per dolar AS.

Diwartakan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, berpendapat, sikap para investor yang menunggu terbitnya data inflasi AS dan mempelajari data inflasi China berpengaruh pada perkembangan rupiah.

Beberapa investor memperkirakan, kata dia, inflasi AS yang lebih tinggi daripada perkiraan bisa membuat bank sentral AS, The Federal Reserve, memulai aksinya, yakni mengurangi pembelian aset dan memberikan stimulus bagi dolar AS.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar