Soal TPPAS Legok Nangka, Open Tecnology Bisa Jadi Konsep Kerja Sama

soal-tppas-legok-nangka-open-tecnology-bisa-jadi-konsep-kerja-sama Proyek pembangunan TPPAS Legok Nangka.. (net)

PINDAINEWS, Bandung -- Sebagai upaya mengatasi persampahan, khususnya di Jabar, jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar terus melakukan upaya-upaya. Satu di antaranya, berkaitan dengan pembangunan Tempat Pembuangan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka di Kabupaten Bandung.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, agar keberadaan dan fungsi TPPAS Legok Nangka lebih maksimal, Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Jabar berkonsultasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)-Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Konsultasi itu penting karena TPPAS Regional Legok Nangka merupakan bagian PSN (Proyek Strategis Nasional). Kehadirannya sebagai upaya menanggulangi permasalahan persampahan enam kabupaten-kota di Jabar," tandas Ketua Pansus II DPRD Jabar, Abdy Yuhana, Rabu (9/6/2021).

Keenam kota-kabupaten itu, sebut Abdy, yakni Kota-Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut. 

Setelah berkonsultasi dengan Bappenas, lanjut dia, pihaknya menyatakan, skema open tecnology bisa menjadi konsep kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) berkaitan dengan TPPAS Legok Nangka. "Artinya masih terbuka ruang bagi teknologi lain untuk bisa kita fungsikan pada TPPAS Regional Legok Nangka," terangnya. 

Pasca konsultasi dengan Kementerian PPN-Bappenas, Abdy mengungkapkan, pihaknya segera mengomunikasikannya dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan keenam kota-kabupaten tentang pengoperasiaan TPPAS Regional Legok Nangka.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar