KLHK: Lumba-lumba Keliling Dilarang karena Merusak Mentalitas Satwa

klhk-lumba-lumba-keliling-dilarang-karena-merusak-mentalitas-satwa Ilustrasi pertunjukan lumba-lumba keliling. (antara)

PINDAINEWS--Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan pihaknya telah melarang pertunjukan mamalia air lumbalumba secara keliling.

"Dalam konteks peragaan, tidak ada lagi istilah keliling, tidak boleh ada lagi ada keliling. Sirkus itu tidak ada," tegas Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK, Indra Semiawan, dalam diskusi virtual tentang nasib lumba-lumba yang diselamatkan di Bali, seperti dilansir LKBN Antara, Senin (14/6/2021).

Menurutnya, peragaan keliling tidak memenuhi domain atau faktor-faktor yang memenuhi kesejahteraan satwa, seperti terkait masalah nutrisi dan kesehatan fisik serta mental.

Mentalitas, katanya, sangat bisa terganggu dalam kasus peragaan keliling. Untuk itu, KLHK terus berusaha memperbaiki terkait praktik tersebut.

KLHK juga sudah berbicara dengan pengelola kebun binatang agar tidak ada lagi atraksi keliling.

"Agar satwa bisa beradaptasi di habitat berpagar yang ada di lokasi masing-masing," kata Indra Semiawan.

Sebelumnya, KLHK telah melarang peragaan lumba-lumba di luar lingkungan lembaga konservasi dengan pada 5 Februari 2020 merupakan batas izin paling akhir dan tidak bisa diperpanjang.

Dalam diskusi tersebut, aktivis sekaligus aktivis lingkungan Nadine Chandrawinata menyampaikan rasa terima kasihnya atas pelarangan sirkus lumba-lumba keliling oleh KLHK.

Ia juga mendorong agar lebih banyak perhatian diberikan kepada kelayakan hidup satwa, secara khusus menyoroti penyelamatan tujuh ekor lumba-lumba yang dijadikan peragaan dengan ditunggangi oleh tamu di sebuah lokasi di Sanur, Bali.

"Mereka sama-sama makhluk hidup, aku cuman ingin sedikit diperhatikan kelayakan hidupnya. Baik di darat maupun di laut," demikian Nadine.

Editor: Haris Pam

Komentar