Isu Berlanjutnya PPKM Darurat Bikin Rupiah Masih Terkoreksi

isu-berlanjutnya-ppkm-darurat-bikin-rupiah-masih-terkoreksi Pergerakan rupiah masih negatif karena isu berlanjutnya PPMK Darurat.. (ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Menjelang akhir pekan, pergerakan rupiah masih negatif. Pada penutupan transaksi antar-bank, Jumat (16/7/2021) petang, rupiah terkoreaksi 15 poin atau 0,1 persen.

Akibatnya, rupiah drop pada level Rp 14.498 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi rupiah sebelumnya, yaitu Rp 14.483 per dolar AS.

Pada sesi pembukaan transaksi yang berlangsung tadi pagi, rupiah pun terkontraksi. Saat itu, rupiah terkoreksi pada posisi Rp 14.515 per dolar AS. Hari ini, pergerakan rupiah pada kisaran Rp 14.498-Rp 14.537 per dolar AS.

Kondisi yang sama juga terjadi pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI). Hari ini, kurs JISDOR BI menunjukkan, rupiah terkontraksi pada posisi Rp 14.517 per dolar AS. Sebelumnya, posisi rupiah yaitu Rp 14.503 per dolar AS.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, analis pasar uang PT Bank Mandiri Tbk (Persero), Rully Arya, berpendapat, masih terusnya pergerakan rupiah yang negatif karena sentimen domestik. Satu di antaranya, adanya wacana pemerintah untuk melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Selain itu, lanjut Rully, masih cukup maraknya kasus positif Covid-19 di Indonesia menyebabkan negatifnya pergerakan rupiah.

Sentimen lainnya, tambah dia, adanya kecenderungan rebound Indeks Dolar  AS karena adanya flight to safety akibat memburuknya pandemi sebagai efek penyebaran varian Delta di Asia.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar