Efek Positif PPnBM, Penjualan Mobil Melejit 50 Persen

efek-positif-ppnbm-penjualan-mobil-melejit-50-persen Semester I 2021, penjualan mobil bergerak positif 50 persen.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Segudang upaya digulirkan pemerintah untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang terhantam cukup hebat akibat wabah Covid-19. Di antaranya, memberlakukan stimulus berupa Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor. Hasilnya, positif.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan, penjualan mobil baru secara wholesales pada semester I 2021, mencapai 393.469 unit.

Volume itu lebih besar 50,7 persen daripada realisasi penjualan periode sama 2020. Pada semester I 2020, penjualan seluruh brand dan varian mobil baru di tanah air sejumlah 260.932 unit.

Kondisi itu terjadi berkat pemberlakuan stimulus PPnBM bagi kendaraan baru berkapasitas engine  hingga 2.500 cc.

Secara total, passenger car mendominasi penjualan selama semester I 2021, yakni 291.190 unit, yakni 74 persen total pasar domestik. Sisanya, yakni 26 persen atau sebanyak 102.279 unit, merupakan kontribusi commercial vehicle.

Dominasi passenger car itu karena PPmBM mencakup beragam varian mobil. Misalnya, segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) berkapasitas rmesin 1.500cc, sedan, termasuk Sport Utility Vvehicle (SUV) berkapasitas mesin maksimal 2.500cc, baik bersistem Two Wheel Drive (2WD) alias 4x2 maupun Four Wheel Drive (4WD) alias 4x4.

Data Kementerian Perdagangan menyatakan, penjualan mobil kelas 1.500 cc mendominasi, yakni sekitar 138 ribu unit atau 31,34 persen lebih banyak daripada semester I 2020 yang jumlanya sekitar 105 ribu unit.

Sisanya, yakni 29.123 unit, adalah penjualan mobil berkapasitas 1.500cc-2.500 cc. Volume itu 38,02 persen lebih banyak daripada realisasi semester I 2020, yaitu 21.071 unit.

Kementerian Perindustrian menyatakan, prediksinya, industri otomotif nasional berpotensi untuk terus menggeliat. Satu faktornya, saat ini, terdapat 22 industri otomotif khususnya roda empat yang berinvestasi Rp 100 triliun.

Investasi itu sebagai upaya peningkatan kapasitas produksi hingga 2,35 juta unit per tahun. Selain itu, investasi tersebut juga mampu menyerap 38,39 ribu tenaga kerja. 

Pada kendaraan roda dua dan tiga, terdapat 26 perusahaan yang berinvestasi Rp 10,05 triliun. Seperti roda empat, investasi pada kendaraan roda dua dan tiga ini pun untuk menambah kapasitas produksi menjadi 9,53 juta unit per tahun, serta menyerap tenaga kerja 32 ribu orang.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar