Di Jabar, Level BOR Berkurang Lagi. Jadi 79 Persen

di-jabar-level-bor-berkurang-lagi-jadi-79-persen Level BOR di Jabar berkurang jadi 79 persen.. (antaranews.com)

PINDAINEWS, Bandung -- Beberapa waktu lalu, ketersediaan tempat tidur sebagai fasilitas bagi para pasien Covid-19 alias Bed Occupancy Rate (BOR), khususnya, di Jabar, cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, leval BOR melebihi 90 persen.

Namun, berkat berbagai upaya dan kerja keras, akhirnya, perlahan tapi pasti, level BOR di tatar Pasundan terus berkurang.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, saat ini, di Jabar, level BOR pada rumah sakit (RS) rujukan penanganan Covid-19 berkurang. Kini, menjadi 79 persen. Kondisi itu pun terjadi seiring dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, pada 18 Juli 2021, level BOR pada RS rujukan penanganan Covid-19 sebesar 79,54 persen. Dua pekan sebelumnya, yakni 2 Juli 2021, level BOR sebesar 90,91 persen.

"Keterisian RS terus berkurang sejak penerapan PPKM Darurat. Ini harus disertai kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan agar level BOR ini bisa terus berkurang hingga 30 persen, seperti sebelum libur Idul Fitri 2021," tandas Ketua Harian Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, Senin (19/7/2021).

Sebelumnya, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menyatakan, berkurangnya level BOR RS berkat berbagai upaya. Di antaranya,  menyediakan ruang isolasi, menambah jumlah tempat tidur pasien pada RS, serta menyiapkan fasilitas pemulihan.

Emil, sapaan akrabnya, mengutarakan, selain itu, pihaknya pun menyiapkan tempat pemulihan bagi pasien Covid-19 yang telah menjalani perawatan RS. Emil mengimbau warga Tatar Pasundan agar lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penularan Covid-19.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar