Calon Penumpang Pesawat, Harap Perhatikan, Ada Aturan Baru Kemenhub

calon-penumpang-pesawat-perhatikaan-ada-aturan-baru-kemenhub Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Seiring dengan upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19, pemerintah, termasuk Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melakukan berbagai upaya. Di antaraanya, menerbitkan sejumlah regulasi yang berkaitan dengan transportasi, satu di antaranya transportasi udara.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kemenhub menerapkan peraturan baru dalam hal transportasi udara. Yaitu, menerbitkan Surat Edaran (SE) 53/2021.

"Isinya, berkenaan dengan persyaratan kesehatan bagi para pelaku perjalanan transportasi udara di dalam negeri," tandas Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/7/2021).

Novie mengemukakan, berdasarkan SE 53/2021, penerbangan antar-bandara di wilayah Jawa-Bali, para calon penumpanag pesawat wajib menunjukkan kartu vaksin dosis I. Selain itu, lanjutnya, juga wajib memiliki dan menunjukkan surat keterangan negatif Rapid Test-Polymerase Chain Reaction (PCR) yang berlaku 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. 

Sedangkan penerbangan non-wilayah Jawa-Bali, ujarnya, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang berlaku 2 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif Rapid Test Antigen yang berlaku 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Novie menyampaikan, khusus momen Idul Adha 2021, yakni 19-25 Juli 2021, untuk sementara, berlaku pembatasan bagi pelaku perjalanan yang belum berusia 18 tahun. 

Selain itu, lanjut dia, ada pengecualian bagi para pelaku perjalanan jalur udara, yakni bagi yang berkeperluan aktivitas bekerja sektor esensial dan kritikal. 

"Termasuk mendesak seperti pasien berkondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi seorang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang. juga pengantar jenazah non-Covid-19 yang diantar maksimal lima orang," paparnya.

Bagi pelaku perjalanan berstatus pekerja sektor esensial dan kritikal, tegasnya, wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), surat keterangan pemerintah daerah setempat, atau surat perintah tugas yang ditandatangani pimpinan Instansi setingkat Eselon II. 

Bagi pelaku perjalanan berkeperluan mendesak, tambahnya, persyaratannya yaitu wajib surat rujukan rumah sakit (RS), surat pengantar yang diterbitkan perangkat daerah setempat, misalnya, surat keterangan kematian atau lainnya.

Novie mengimbuhkan, SE 53/2021 ini mengecualikan para pelaku perjalanan udara untuk menunjukkan kartu vaksin yang berkepentingan khusus medis, yakni alasan medis berdasarkan keterangan dokter spesialis penyakit dalam. "Juga pasien berkondisi sakit keras dan ibu hamil yang didampingi oleh seorang anggota keluarga," tambahnya.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar