Legislatif Bicara Soal Cisumdawu: Kendalanya Pembebasan Lahan

legislatif-bicara-soal-cisumdawu-kendalanya-pembebasan-lahan Proyek Cisumdawu terkendala pembebasan lahan.. (net)

PINDAINEWS, Bandung -- Ketersediaan sarana infrastruktur, seperti ruas Tax On Location (TOL), menjadi hal penting dalam meningkatkan perekonomian. Di berbagai daerah, termasuk Jabar, berlangsung proyek pembangunan. Di antaranya, ruas TOL Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdaru).

Namun, hinga kini, proyek itu belum tuntas. Padahal, Cisumdawu, yang penggagasannya ketika Jabar masih dipimpin Danny Setiawan dan berlanjut pada kepemimpinan Ahmad Heryawan, merupakan akses penunjang Bandar Udara (Bandara) Internasional Jawa Barat (BIJB).

Menanggapi pembangunan TOL Cisumdawu, diwartakan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Wakil Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar, Daddy Rohanady, menyatakan, ada hal yang menjadi kendala pembangunan Cisumdawu.

"Kendalanya adalah pembebasan lahan tahap dua," tandas Daddy, Selasa (20/7/2021). 

Semestinya, kata dia, masalah klasik ini bisa terselesaikan sesuai target. Terlebih, lanjutnya, ada slot jika hendak berakselerasi, yakni pada tahun 2020 akhir sampai 2021.

Dia menilai penyelesaian pembangunan jalan Cisumdawu harus sesegera mungkin agar BIJB beroperasi secara lebih cepat dan optimal. Harapannya, lanjut dia, Cisumdawu menjadi akses menuju BIJB secara lebih mudah dan cepat. 

Pembangunan Cisumdawu, ujarnya, terbagi dua tahap. Pertama, sebutnya, yakni (Fase 1-3) Cileunyi-Cimalaka. Sedangkan tahap dua, sambungnya, yaitu Cimalaka-Dawuan (Fase 4-6).

Daddy meneruskan, pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pernah menyatakan bahwa konstruksi Cisumdawu tuntas hingga November 2021. Untuk pembebasan lahannya, ujar Daddy, menjadi kewajiban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar