Aksi Tolak PPKM Darurat Rusuh

aksi-tolak-ppkm-darurat-rusuh Aksi unjuk rasa PPKM Darurat di Bandung.. (Trie Widiyantie/PindaiNews)

PINDAINEWS, Bandung -- Karena kasus aktif Covid-19 yang masih cukup marak terjadi, akhirnya, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 25 Juli 2021.

Tentunya, selalu ada kalangan yang pro dan kontra atas putusan tersebut. Buktinya, pada Rabu (21/7/2021) siang, ratusan massa menggeruduk Balai Kota Bandung,  Jalan Wastukancana Bandung, untuk memprotes berlanjutnya PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021.

Hasil pemantauan menunjukkan, sekitar pukul 11.15 WIB, massa mendatangani Balai Kota. Saat itu, massa membawa dan membentangkan spanduk penolakan PPKM Darurat. Massa pun menuntut sejumlah poin. Utamanya, meminta pemerintah menghentikan PPKM Darurat. 

Perwakilan Pedagang Bandung Elektronik Center (BEC), Putra, mengaku bahwa penerapan PPKM menyulitkan banyak kalangan, termasuk pedagang, untuk mencari nafkah. Itu karena, jelasnya, ruang usahanya menjadi tutup.

Padahal, kata Putra, ruang usaha itu satu-satunya tempatnya meraup rupiah. ‎"Saya Mewakili pedagang BEC, menyatakan ppkm tidak efektif, dan merugikan," sungutnya.

Putra meminta pemerintah memberikan solusi atas nasib mereka. ‎ "Ada aturan, ada solusi. Anak istri harus makan," seru dia.

Tidak lama kemudian sejumlah massa lain, yang dugaannya adalah kalangan mahasiswa pun, datang menuntut hal yang sama. Akibatnya, massa pun kian banyak dan memadati area pintu masuk Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. 

Bahkan, sempat terjadi rusuh. Itu karena massa mencoba menerobos memasuki Balai Kota Bandung. Namun, aksi itu dicegah aparat keamanann. 

Sekitar pukul 14.00 WIB, massa bergerak menuju kawasan Cikapayang dan Gedung Sate, Jalan Dipenogoro Bandung. 


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar