Masih Akibat Covid-19, Pergerakan Rupiah Tetap Negatif

masih-akibat-covid-19-pergerakan-rupiah-tetap-negatif Rupiah terkoreksi lagi karena kasus Covid-19.. (net)

PINDAINEWS -- Masih maraknya kasus aktiv Covid-19, menyebabkan pergerakan rupiah pada tengah pekan ini kembali negatif. Pada penutupan transaksi antar-bank, Rabu (21/7/2021) petang, rupiah terkoreksi 25 poin atau 0,17 persen.

Akibatnya, posisi rupiah menjadi Rp 14.543 per dolar Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, rupiah pada level Rp 14.518 per dolar AS.

Pada pembukaan transaksi tadi pagi, rupiah pun terkontaksi pada posisi Rp 14.530 per dolar AS. Pergerakan rupiah hari ini yakni pada level Rp 14.530-Rp 14.559 per dolar AS.

Terkontraksinya rupiah pun terjadi pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI).  Hari ini, kurs JISDOR BI menunjukkan, rupiah merosot pada posisi Rp 14.554 per dolar AS. Posisi sebelumnya, yakni Rp 14.524 per dolar AS.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, berpendapat,  masih maraknya kasus positif Covid-19, khususnya, di Indonesia, menjadi sentimen negatif bagi rupiah.

Akibatnya, ucap dia, para investor pun khawatir dan gelisah sehingga secara tidak langsung menyebabkan Indeks dolar bergerak positif. Dolar AS terangkat karena para investor menginvestasikannya pada aset-aset yang lebih aman.

Petang ini, Indeks dolar pada level 93,017. Angka itu lebih besar daripada posisi sebelumnya, yaitu 92,973.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar