Pemerintah Proses Klaim Hotel Sebagai RS, Nominalnya Rp 196 Miliar

pemerintah-proses-klaim-hotel-sebagai-rs-nominalnya-rp-196-miliar Seorang pegawai hotel membereskan sebuah kamar.. (antaranews.com)

PINDAINEWS -- Maraknya kasus Covid-19 di Indoensia menyebabkan sejumlah fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit (RS), kewalahan menanganinya. Karenanya, sebagai upaya menangani pasien Covid-19 yang terus bertambah, pemerintah berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antarangan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Kolaborasi itu berkenaan dengan re-function hotel sebagai rumah sakit (RS) atau tempat perawatan pasien Covid-19. Tentunya, ada kompensiasi bagi para pelaku industri perhotelan yang menjadi tempat perawatan pasien Covid-19.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Ketua Umum DPP PHRI, Hariyadi Sukamdani, mengiyakan, pemerintah menyiapkan dana bagi kalangan perhotelan yang menjadi tempat perawatan serta isolasi para pasien Covid-19.

"Nilai dananya Rp 196 miliar. Saat ini, pemerintah masih memproses klaim pembayaran hotel-hotel yang menjadi fasilitas perawatan bagi pasien Covid-19," tandas Hariyadi, Rabu (21/7/2021).

Pria yang juga menjadi Ketua Dewan Penguru Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ini meneruskan, proses pengurusan pembayaran dan klaim tersebut menunggu persetujuan Direktorat Jenderal (Ditjen) Anggaran Kementerian Keuangan. 

Klaim itu, ujarnya, termasuk alokasi anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebagai pihak yang pertama kalinya mengajukan bantuan kepada hotel di daerah.

Hariyadi menjelaskan, pemanfaatan hotel sebagai fasiltas perawatan pasien Covid-19 itu beragam jenisnya. Di Bandung, kata dia, beberapa hotel berfungsi sebagai lokasi isolasi mandiri yang dibayar pemerintah.

Ia menjelaskan, pada  masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, pasien Covid-19 yang menjadikan hotel sebagai lokasi isolasi mandiri mulai berkurang. Mayoritas, ucap dia, pasien memilih isolasi mandiri di kediamannya masing-masing.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar