PPKM Darurat Bergulir, Bisnis Hotel Jadi Getir

ppkm-darurat-bergulir-bisnis-hotel-jadi-getir Saat ini, bisnis hotel menyedihkan.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Wabah Covid-19 yang marak menerpa Indonesia benar-benar berdampak luar biasa pada beragam sektor ekonomi. Satu di antaranya, perhotelan.

Kabarnya, bisnis perhotelan kian getir seiring dengan bergulirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang oleh pemerintah, penerapannya berlanjut hingga 25 Juli 2021.

Diwartakan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, getirnya bisnis perhotelan pada masa pandemi, termasuk PPKM Darurat, diakui Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay.

"Selama PPKM Darurat, okupansi hotel sangat rendah. Yaitu, tidak mencapai 10 persen. Rata-rata, hanya 8 persen," tandas Yuno, Rabu (21/7/2021). 

Akibatnya, sambung dia, para pelaku perhotelan pun menerapkan pola penggajian dan honor kepada para karyawannya secara harian.  Polanya, jelas dia, para karyawan bekerja sesuai absen. "Itu usaha maksimal yang bisa kami lakukan," tuturnya.

Penggajian secara harian pun, sambungnya, berlaku pada hotel-hotel di provinsi selain Jawa-Bali, yang tidak terdampak PPKM Darurat secara tidak langsung. Meski demikian, kata dia, jumlah pelanggan hotel-hotel di provinsi selain Jawa-Bali pun berkurang cukup signifikan.

Kegetiran pun, sambung dia, dirasakan pelaku usaha restoran. Dia mengatakan, selama PPKM Darurat, pertumbuhannya hanya 10 persen, jauh dengan kondisi sebelum Covid-19 dan selama PPKM Darurat.

BACA JUGA : 


Pemerintah Proses Klaim Hotel Sebagai RS, Nominalnya Rp 196 Miliar


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar