TIga Benda Bersejarah Indonesia Dikembalikan AS

tiga-benda-bersejarah-indonesia-dikembalkan-as Sebuah patung Dewa Syiwa.. (net)

PINDAINEWS -- Sebuah bangsa yang besar wajib mengetahui dan memahami sejarah bangsanya. Begitu juga Indonesia.

Negara ini memiliki sejarah panjang yang luar biasa. Sejak era kerajaan, yang berdasarkan berbagai literatur, terdapat sejumlah kerajaan kuno, seperti Salakanagara di Jabar, yang berdiri pada abad 1 Masehi, sebelum hadirnya, Tarumanagara (abad 4 Masehi).

Tentunya, kehadiran kerajaan-kerajaan itu meninggalkan berbagai benda bersejarah. Akan tetapi, tidak sedikit benda purbakala yang begitu bersejarah tersebut raib digondol pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Tentunya, pemerintah terus berusaha agar benda-benda bersejarah itu kembali ke tanah air. Diwartakan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, pemerintah Amerika Serikat (AS) yang diwakili Jaksa Wilayah New York Cyrus Vance, Jr, menyerahkan tiga artefak, yang merupakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Indonesia, . kepada Konsulat Jenderal Republik Indoensia di New York, Arifi Saiman, pada Rabu (21/7/2021).

Ketiga benda cagar budaya itu yakni patung Dewa Syiwa berukuran 6x4x8,25 inchi yang bernilai sekitar Rp 186,3 juta. Lalu, patung Dewi Parwati berukuran 5,5x4,5x7,5 inchi bernilai sekitar Rp 467,8 juta. Kemudian, patung Dewa Ganesha berukuran 3x2,5x4,5 inchi bernilai sekitar Rp 596,8 juta.

Melalui keterangan tertulisnya, Kamis (22/7/2021), Konjen RI menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jasa Jaksa New York dan Deputi Agen Khusus Homeland Security Investigation (HSI), Erik Rosenblatt, beserta jajarannya yang berhasil mengembalikan tiga artefak tersebut.

Arifi menegaskan, pihaknya selalu mendukung upaya penyelidikan artefak-artefak lain yang dugaannya, menjadi komoditas penyelundupan, utamanya dari Indonesia ke AS, sehingga bisa kembali kepada pemerintah Indonesia.

Melalui keterangannya, Vance Jr menyatakan bahwa kejahatan warisan budaya yang melibatkan penjarahan dan penjualan ilegal artefak kuno merupakan serangan mata rantai sejarah sebuah bangsa.

Tiga benda cagar budaya yang dikembalikan AS kepada Indonesia itu berdasarkan penyelidikan Subash Kapoor.

Selama bertahun-tahun, bersama HSI, Unit Perdagangan Barang Antik Kejaksaan New York, menyelidiki Kapoor dan rekan konspiratornya berkenaan dengan penjarahan ilegal, ekspor, dan penjualan seni kuno dari berbagai negara.

Antara lain, Sri Lanka, India, Pakistan, Afghanistan, Kamboja, Thailand, Nepal, Indonesia, Myanmar, dan negara-negara lain.

Umumnya, mereka menyelundupkan barang antik hasil jarahannya ke Manhattan. Lalu, mereka menjualnya pada galeri yang berbasis di Madison Avenue, Art of the Past.

Pada sisil lain, Sejak Agustus 2020, Kantor Kejaksaan New York mengembalikan 393 barang antik ke 11 negara. Di antaranya, 12 harta benda bersejarah ke China. Kemudian, 13 artefak ke Thailand. Berikutnya, 33 relik ke Afghanistan.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar