Windy Banjir Bonus, Pemprov Siap Guyur Rp 300 Juta

windy-banjir-bonus-pemprov-siap-guyur-rp-300-juta Windy Cantika Aisah, peraih perunggu angkat besi 49 kilogram Olimpiade 2020.. (antaranews.com)

PINDAINEWS, Bandung -- Mojang Bandung yang menjadi lifter andalan Indonesia pada ajang Olimpiade Tokyo, Windy Cantika Aisah, benar-benar membanggakan. Bagaimana tidak, atlet berusia 19 tahun ini menjadi sosok yang pertama kali menyumbangkanmedli bagi kontingen Merah Putih, yaitu perunggu.

Tentu saja, prestasi membanggakan ini membuat pemerintah menghadiahinya bonus. Pemerintah pusat menyiapkan dana Rp 1 miliar bagi Windy. Nominal itu ditambah bonus yang diberikan pihak swasta, yakni J99 Corporation, sejumlah Rp 100 juta.

Bahkan, bonus Windy kian bertambah seiring dengan adanya kadeudeuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Kabarnya, Pemprov Jabar menyiapkan dana bonus bernilai ratusan juta rupiah.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, berencana memberikan bonus berupa dana segar bernilai Rp 300 juta kepada Windy Cantika Aisah berkat raupan medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.

"Kadeudeuh sesuai kesanggupan kami, tabung ya. Awet-awet, supaya nanti saat masa tua, ketika fisik tidak memungkinkan, uangnya bisa membantu kira-kira gitu," kata Emil, sapaan akrabnya, saat berbincang dengan Windy selama 30 menit melalui siaran langsung via instagram pribadinya.

Emil berpendapat, apa yang dilakukan Windy menjadi penyemangat Indonesia khususnya Jabar yang saat ini masih berjuang mengalahkan pandemi Covid-19.

Dalam perbincangan itu, Windy berpesan agar seluruh masyarakat, khususnya, Jabar tetap semangat, kerja keras. dalam bidang apa pun. Apalagi saat pandemi, sikap pantang menyerah harus terus berumbuh.

“Tetap semangat dan kerja keras karena untuk seumuran seperti ini, dalam agama Windy Islam, membanggakan dan mengangkat harkat martabat dan derajat orang tua hukumnya wajib. Jadi, semangat dan banggakan orang tua, selagi mereka ada harus kita bahagiakan,” ujarnya.

Windy bercerita, bahwa keberhasilannya meraih medali perunggu berkat kedisiplinan dan komitmen. Menu berlatih para pelatih, setiap hari dia lakukan secara baik.

“Pagi, jadwal berlatihan dua kali. Pukul 06.00 senam, jogging, sprint. Siap-siap berlatih lagi pukul 09.00-12.00 siang. Lalu, istirahat, dan berlatih lagi pukul 16.00-19.00. Itu rutin, liburnya hanya Kamis dan Minggu,” kisahnya.

Pada sisi lain, Windy, yang merupakan  pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya hingga bisa meraih prestasi dunia seperti sekarang. 

Windy merupakan atlet alumnus Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Jabar, yang dibina Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) selama enam tahun, yakni periode 2014-2020.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar