Awal Pekan Terakhir Juli 2021, Rupiah Digjaya Lagi

awal-pekan-terakhir-juli-2021-rupiah-digjaya-lagi Hari ini, rupiah perkasa lagi.. (ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Pada Minggu  (25/7/2021) malam, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengumumkan bahwa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Level 4 berlanjut hingga 2 Agustus 2021.

Ternyata, putusan pemerintah itu tidak berpengaruh pada perkembangan rupiah. Buktinya, hari ini, rupiah digjaya lagi setelah terkoreksi selama beberapa hari terakhir.

Pada penutupan transaksi antar-bank, Senin (26/7/2021) petang, rupiah kokoh 10 poin atau 0,07 persen. Posisinya menjadi Rp 14.483 per dolar Amerika Serikat (AS). Hari sebelumnya, posisi rupiahk yakni Rp 14.493 per dolar AS.

Namun, rupiah sempat terkoreksi pada pembukaan transaksi tadi pagi. Saat itu, rupiah terkontraksi pada level Rp 14.510 per dolar AS. Pergerakan rupiah hari ini pada kisaran Rp 14.483-Rp 14.510 per dolar AS.

Kondisi yang sama ditunjukkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI). Hari ini, kurs JISDOR BI menunjukkan, rupiah perkasa pada posisi Rp 14.494 per dolar AS. Hari sebelumnya, rupiah pada level Rp 14.501 per dolar AS.

Melansir Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin, berpendapat, pergerakan positif rupiah itu menjadi satu di antara beberapa negara Asia yang mengalami bergerak positif. 

"Minimnya katalis dalam negeri tidak berpengaruh besar. Berlanjutnya PPKM Darurat hingga 2 Agustus 2021 memperoleh reaksi beragam kalangan pasar," tandas Nanang.

Nanang berpendapat, investor mencermati dan selektif menentukan posisi mereka seraya melihat perkembangan terbaru tentang penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Sentimen lainnya, tambah dia, rapat bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), pada pekan ini, hampir kemungkinan besar tidak banyak berubah dalam hal penetapan suku bunga acuan.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar