Harapan AKaR Jabar: Ada Izin Dine-In

harapan-akar-jabar-ada-izin-dine-in Pengibaran bendera puitih oleh sebuah kafe di Kota Bandung.. (Trie Widiyantie/PindaiNews)

PINDAINEWS, Bandung - Sejak wabah pandemi Covid-19, pemerintah menerapkan berbagai kebijakan, seperti beragam pembatasan, sebagai upaya mencegah dan meminimalisir penyebaran SARS-Cov 2, termasuk penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Level 4.

Pada sisi lain, penerapan beragam pembatasan itu berimbas sangat signifikan pada berbagai dunia usaha. Satu di antaranya, kuliner. 

Di Kota Bandung, beberapa kafe, restoran, dan rumah makan menjerit karena tidak kuasa lagi menahan gempuran Covid-19. Sebuah kafe di Kota Kembang, mengibarkan bendera putih tanda menyerah pada keadaan. Bahkan, beberapa waktu lalu, ratusan kafe di kota berjuluk Parisj van Java juga berencana mengibarkan bendera putih.

Berkenaan dengan hal itu, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Kafe dan Resto (AKaR) Jabar, berharap pemerintah mempertimbangkan poin-poin yang menjadi keinginan para pelaku usaha kafe dan resto. Di antaranya, mengizinkan dine in atau santap di tempat. 

"Intinya begini, adanya rencana pengibaran bendera putih oleh sekitar 600 kafe dan resto, akhirnya kami memperoleh perhatian pemerintah setempat. Itu melegakan kami," tandas Ketua DPD AKaR Jabar, Arif Maulana di Kopi Jenderal, Jalan Martadinata Bandung, Jumat (30/7/2021). 

Arif mengutarakan, pengibaran bendera putih tersebut bermakna Bukan sebagai aksi perlawanan, melainkan meminta pertolongan. Pihaknya, jelas dia, melakukan berbagai upaya. 

Di antaranya, malalui DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Akan tetapi, ungkapnya, hingga kini, pemerintah setempat belum menanggapinya. Hingga akhirnya, aspirasi itu, kata dia, direspon pemerintah melalui pengibaran bendera putih.

Setelah berkomunikasi baik dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung, lanjut dia, pihaknya berharap ada sebuah cara agar permasalan ekonomi pada sektor usaha ini segera teratasi. 


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar