Pikobar Miliki Fitur Baru: Data New All Records Kemenkes

pikobar-miliki-fitur-baru-data-new-all-records-kemenkes Aplikasi Pikobar Jabar.. (net)

PINDAINEWS, Bandung -- Banyak upaya yang dilakukan pemerintah, khususnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar berkaitan dengan penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Di antaranya, dalam hal perkembangan informasi.

Berkaitan dengan hal itu, Pemprov Jabar memiliki sebuah aplikasi, yang di antaranya, tentang perkembangan Covid-19, yakni Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar). 

Bahkan, terkini, dikabarkan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Pikobar Jabar memuat beragam informasi terbaru Covid-19, yang bersumber pada data New All Records (NAR) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Gubernur Jabar, Ridwan Kami, mengemukakan, data NAR diperbarui kabupaten-kota setiap hari. "Kabupaten-kota langsung melaporkan data penanganan Covid-19 kepada pemerintah pusat. Setelah pemerintah pusat mengumumkan, data tersebut ditarik oleh provinsi," tandas Emil, sapaan akrabnya.

Akan tetapi, terdapat sejumlah perbedaan data antara Pikobar-NAR dan data yang tercantum pada website kabupaten-kota. 

Berkomentar tentang perbedaan data itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Setijadi, berdalih, hal itu akibat beberapa hal. Di antaranya, kata dia, belum seluruh fasilitas kesehatan kabupaten-kota punya akses NAR secara langsung. Ini membuat perekapan data masih secara manual.

Hal lainnya, sambung dia, terdapat data spesimen Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Rapid Test Antigen yang positif tetapi belum ter-input pada NAR oleh laboratorium kesehatan pemeriksa. Ini membuat, lanjutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten-Kota belum bisa meng-update status akhir kasus.

Berikutnya, kilah Setijadi, yakni adanya keterlambatan update status kasus sembuh dan meninggal pada NAR oleh Dinas Kesehatan Kabupaten-Kota.

"Sebagai upaya mengatasinya, kami membantu Dinas Kesehatan Kabupaten-Kota menyandingkan data by Name dan by Address antara data NAR dan data masing-masing kabupaten/kota. Ini untuk mencari selisih data kasus, dan kemudian kami ajukan secara manual kepada Kemenkes," paparnya.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar