Semestar I, Total Santunan Jasa Raharja Rp 1,16 Triliun

semestar-i-total-santunan-jasa-raharja-salurkan-rp-116-triliun Jasa Raharja salurkan santunan Rp 1,16 triliun.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Sebagai korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Jasa Raharja (Persero) punya peran penting, utamanya, berkaitan dengan penyaluran santunan kepada para korban kecelakaan, termasuk ahli warisnya.

Diwartakan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero), Rivan A Purwanto, mengungkpakan, pada semester I 2021, pihaknya menyalurkan klaim santunan bernilai total Rp 1,16 triliun. 

"Nilai itu,  3,6 persen melebihi penyaluran periode sama 2020, yakni Rp 1,12 triliun," tandasnya, Selasa (21/9/2021).

Rivan menegaskan, pada periode itu, penyerahan santunan bagi korban meninggal dunia, rata-rata berlangsung 1 hari 10 jam lebih cepat daripada target, yakni tiga hari. 

Bagi korban luka-luka yang menjalani perawatan rumah sakit, sebesar 89.46 persen penyerahan santunannya secara langsung kepada rumah sakit atau melalui metode penjaminan santunan.

Dia mengatakan, pembayaran penyaluran santunan bagi para korban luka itu kepada rumah sakit, selama semester I 2021, lebih besar 1,47 persen daripada periode sama 2020. Penyaluran itu pun, sambungnya, 1,96 persen melebihi target 2021, yakni tercatat 87,5 persen.

Ia menegaskan, inovasi dan transformasi proses bisnis itu berdampak positif terhadap kinerja keuangan, yang bertumbuh 77,14 persen atau bernominal Rp 877,84 miliar. Sedangkan periode sama tahun lalu, lanjut dia, yakni Rp 495,56 miliar.

Tentang pendapatan, Rivan menyatakan, pada semester I 2021, realisasinya  Rp 2,91 triliun atau naik 16,40 persen melebihi pencapaian periode sama 2020. Dalam hal biaya, realisasinya Rp 1,90 triliun atau 2,24 persen lebih rendah daripada semester I 2020, "Ini berarti, terjadi efisiensi," terangnya.

Rivan menambahkan, hingga semester I 2021, pihaknya memiliki total aset bernilai Rp 15,14 triliun. Total ekuitasnya,  ujar dia, yakni Rp 12,04 Triliun. 

Hingga semester I 2021, imbuhnya, pihaknya pun memiliki permodalan kuat. Yaitu, jelasnya, rasio Risk Based Capital (RBC) sebesar 672,84 persen atau  13,86 persen melebihi semester I-2020, yang berada pada level 590,94 persen.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar