Ada Tes Acak Covid-19 pada Sekolah-sekolah di Bandung

ada-tes-acak-covid-19-pada-sekolah-sekolah-di-bandung Pemkot Bandung siapkan tes acak Covid-19 pada sekolah-sekolah.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS, Bandung - Sejak awal September 2021, pemerintah mengizinkan bergulirnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Itu berdasarkan perkembangan Covid-19 di Indonesia.

Namun, pemerintah pun tetap bersiaga penuh untuk mengantisipasi terjadinya klaster Covid-19 pada level sekolah. Hal itu pun dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

"Tentu saja, kami merespon strategi Kementrian Kesehatan mencegah potensi terjadinya klaster Covid-19 pada level sekolah dalam momen PTM Terbatas. Yakni, melakukan tes acak Covid-19 pada sekolah-sekolah," tandas Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, Kamis (30/9/2021).

Yana mengutarakan, metode Kemenkes yakni active case finding atau jemput bola. Kemenkes menargetkan 1,7 sampling per bulan. Sampai saat ini, uji coba berlangsung di empat daerah. "DKI (Daerah Khusus Ibu Kota) Jakarta, Kota Semarang, Kota Surakarta, dan Kota Pekalongan," kata Yana.

Mantan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estat Indoensia (REI) Jabar ini mengutarakan, berkenaan dengan hal itu, pihaknya melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah pusat.

Skema tes Covid 19 acak, ujarnya, sebesar 10 persen jumlah sekolah yang menggelar PTM Terbatas. Jika berdasarkan tes acak itu, jelas Yana, posisi positivity rate sekolah pada skala 1-5 persen, PTM Terbatas tetap bergulir tetap ada pelacakan kontak erat.

"JIka sebuah sekolah yang berskala 1-5 persen, pelajar tidak boleh mengikuti PTM. Sedangkan jika skalanya melebihi 5 persen, otomatis, aktivitas sekolah terhenti dan mengalami penutupan," papar penyandang sabuk  hitam Taekwondo DAN III Kukkiwon itu.

Yana menyatakan, pihaknya masih mengatur waktu pelaksanaan tes Covid-19 acak tersebut. Namun, sahut dia, teknisnya dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung.


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar