Korupsi PT Posfin, Empat Tersangka Jadi Tahanan

korupsi-pt-posfin-empat-tersangka-jadi-tahanan . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Hingga kini, para aparat penegak hukum, termasuk kejaksaan, terus berupaya keras membasmi praktik-praktik korup di negeri ini. Seperti yang dilakukan jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar.

Hingga kini, ada satu di antara sekian perkara dugaan korupsi yang diusut Kejati Jabar. Di antaranya, dugaan korupsi pada tubuh PT Pos Finansial (Posfin), yang merupakan, anak perusahaan PT Pos Indonesia (Persero), yang bernilai Rp 52 miliar.

Kabar terbaru, mengutip sejumlah sumber, berkat kerja keras, jajaran Kejati Jabar meringkus dan menahan empat di antara lima tersangka dan terduga dugaan korupsi PT Posfin.

Informasinya, keempat tersangka yang diringkus Kejati Jabar itu yakni RDC, selaku eks Manager Akuntansi dan Keuangan PT Posfin. Lalu, Branch Manager PT Berdikari Insurance Bandung, yakni MT.

Kemudian, eks Branch Manager PT Caraka Mulia Bandung, RA sekaligus broker dalam perkara ini. Berikutnya, seorang karyawan perbankan swasta, SN. Satu lainnya, S, yakni Direktur PT Posfin. Namun, kabarnya, S  meninggal dunia.

Kasus ini terjadi diawali pembayaran premi sertifikat jaminan kepada PT Berdikari Insurance melalui PT Caraka Mulia sebagai broker oleh RDC. Kuat dugaan, terjadi mark-up pembayaran. RDC dan MT bersekongkol membatalkan pembayaran yang nilainya sekitar Rp 2,8 miliar.

Parahnya, RA mentransfer dana sekitar Rp 870 juta yang merupakan dana hasil pembatalan pembayaran premi tersebut, kepada kepada MT dan beberapa rekannya. Sisanya, yakni sekitar Rp 390 juta, menjadi dana pembayaran premi.

Kasus berkembang ketika adanya pengadaan alat fiktif bernilai Rp 19 miliar yang diajukan RDC, yang ternyata, memanfaatkan dana PT Posfin bernilai Rp 17 miliar. Tujuannya, membeli saham beberapa korporasi lain.

Selanjutnya, S, yang meninggal dunia, ada dugaan, memakai dana anak perusahaan PT Pos Indonesia (Persero) bernilai sekitar Rp 13,4 miliar, demi kepenitngan prbadi dan menebus sertifikat rumahnya.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar