Gegara Covid-19. Badai Perceraian Terjadi di Jabar

gegara-covid-19-badai-perceraian-terjadi-di-jabar Kasus perceraian selama Covid-19 terbanyak terjadi di Jabar.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Terjadinya wabah Covid-19 di tanah air, benar-benar berdampak sangat signifikan. Satu di antaranya, cukup merusak tatanan perekonomian.

Terdampaknya perekonomian kerap mengakibatkan permasalahan rumah tangga. Di antaranya, perceraian.

Mengutip sejumlah sumber, berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung (MA), terungkap kasus perceraian terbanyak, yang berlatar belakang perekonomian, selama pandemi Covid-19, terjadi di Jabar.

Direktur Jenderal (Dirjen) Badan Peradilan Agama MA, Aco Nur, mengiyakan bahwa selama wabah Covid-19, perekonomian menjadi faktor paling dominan penyebab terjadinya perceraian.

Wabah Covid-19 menyebabkan ekonomi nasional goyah. Banyak industri yang terpaksa memberhentikan para pekerjanya. Efeknya, kebutuhan ekonomi tidak terpenuhi, kondisi rumah tangga pun terimbas.

Selain ekonomi, sambungnya, ada hal lain yang menjadi faktor pemicu terjadinya perceraian. Yakni, kehadiran sosial media (sosmed), yang tidak jarang memuat permasalahan internal rumah tangga seseorang, yang berujung pada perceraian.

Dampaknya, isu perceraian pada medsos pun membuat masyarakat menilai perceraian menjadi sebuah cara menuntaskan permasalahan rumah tangga. Padahal, kata dia, masih banyak cara lain untuk menyelesaikan berbagai permasalahan rumah tangga.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar