Pembangunan Kereta Cepat Hampir Tuntas. Operasional Sesuai Target?

pembangunan-kereta-cepat-hampir-tuntas-operasional-sesuai-target . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Hingga kini, ada sejumlah agenda dan program yang digulirkan pemerintah, termasuk selama masa pandemi Covid-19. Di antaranya, sejumlah proyek infrastruktur. Salah satunya, yakni Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Lalu, seperti apa perkembangan pembangunan infrastruktur transportasi massal tersebut?

Mengutip berbagai sumber, kabarnya, proyek Kereta Cepat Jakarta- Bandung hampir tuntas. Informasinyya, saat ini, perkembangannya hampir mencapai 80 persen.

Karenanya, PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) berusaha keras mengakselerasi pengerjaannya. Hal itu agar operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung sesuai target, yakni akhir tahun depan.

Melalui keterangan resminya, Mirza Soraya, Corporate Secretary Division PT KCIC, mengemukakan, ada hal yang menjadi fokus pihaknya bersama beberapa konsorsium kontraktor untuk mengakselerasi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Yaitu, secara komprehensif, kami berusaha keras mempercepat pembangunan pada 237 titik konstruksi," tandasnya, Sabtu (16/10/2021).
Titik-titik konstruksi itu, ungkapnya, di antaranya yaitu pengeboran tiga tunnel (terowongan). Secara keseluruhan, ujar dia, terdapat 13 tunnel pada jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Tiga terowongan itu, sebutnya,  yakni tunnel 2 berjarak sekitar 1.040 meter. Lokasinya, sebut dia, yaki di Jatiluhur, Purwakarta. "Lalu, tunnel 4 yang berjarak sekitar 1,3 kilometer di wilayah Plered Purwakarta. Selanjutnya, tunnel 6, yang jaraknya jauh lebih panjang, yaitu 4,4 kilometer di Cikalong Wetan," paparnya.

Mirza meneruskan, pihaknya siap menuntaskan erection girder konstruksi elevated track. Utamanya, lanjut dia, DK 134 dan DK 134 di kawasan Batununggal Bandung.

Tidak hanya konstruksi, bebernya, pihaknya pun mempercepat penyelesaian pembangunan tiga stasiun. "Yakni, Halim, Karawang, dan Tegalluar," sahutnya.

Sebagai daya dukung operasional, Mirza menyatakan, pihaknya pun terus mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk penyusunan Standard Operatirng Procedure. (SOP).

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar