Satu Orang Resmi Jadi Tersangka Pinjol Yogyakarta

satu-orang-resmi-jadi-tersangka-pinjol-yogyakarta . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jabar bergerak reaktif menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indoensia, Joko Widodo, untuk menangani Financial Technology (Fintech) Peer to Peer (P2P) Lending alias pinjaman online (pinjol) ilegal, yang sangat meresahkan masyarakat.

Belum lama ini, Polda Jabar menggerebek sebuah lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang dugaannya, menjadi kantor operasional pinjol ilegal. Dalam penggerebekan itu, Polda Jabar menggiring 89 orang, yang dugaannya, sebagai karyawan.

Dalam perkembangannya, mengutip sejumlah sumber, satu di antara puluhan orang yang digiring Polda Jabar dalam penggerebekan pinjol di DIY itu, kini, berstatus tersangka.

"Satu orang debt collector kami tetapkan sebagai tersangka," tandas Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jabar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Roland Ronaldy, Sabtu (16/10/2021).

Perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ini meneruskan, terbuka kemungkinan, ada tersangka lain dalam kasus pinjol ilegal tersebut. Hingga kini, pihaknya terus mengusut dan menyelidiknya, termasuk peran puluhan orang tersebut.

Saat ini, kata dia, tujuh di antara puluhan orang ini masih menjalani pemeriksaan intensif tim penyidik. Peran ketujuh orang itu, jelasnya, berbeda. Antara lain, kata dia, asisten, manajer, Human Resource Departement (HRD), dan debt collector.

"Kami memulangkan sebanyak 79 orang ke DIY. Pemulangan itu karena belum ada pasal yang sesuai untuk kami sangkakan kepada mereka," ujarnya.

BACA JUGA : 

Kerap Tebar Teror, Berapa Sih Gaji Debt Collector Pinjol?


Editor: Erwin Adriansyah

Komentar