Sewindu Jadi Buron, Akhirnya, Koruptor Ini Terciduk

sewindu-jadi-buron-akhirnya-koruptor-ini-terciduk Liliek Karnaen (tengah) diciduk tim gabungan setelah buron delapan tahun.. (net)

PINDAINEWS -- Sehebat-hebat dan selihai-lihainya seseorang yang terlibat kasus hukum, bahkan berstatus buronan, bersembunyi dari pengejaran para penegak hukum, akhirnya, harus menyerah. Itu yang dialami Liliek Karnaeni.

Mengutip sejumlah sumber, selama sewindu (delapan tahun), Liliek Karnaeni menjadi sosok yang dicari para penegak hukum. Pria berusia 64 tahun berkepala plontos itu merupakan terpidana Program Rehabiitasi dan Konstruksi Bantuan Gempa Yogyakarta. 2007 yang merugikan negara sekitar Rp 911 miliar.

Namun, pelariannya selama hampir satu dekade itu berakhir. Saat berada di Hotel Amarossa, Jalan Aceh Bandung, Selasa (19/10/2021) pagi sekitar pukul 05.30 WIB, Liliek Karnaen diciduk tim gabungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jabar, Dodi Gazali, menngemukakan, sejak 2013, Liliek Karnaen, yang berstatus terpidana, termasuk Daftar Pencarian Orang (DPO).  Selanjutnya, kata Dodi, pihaknya menyerahkan pria renta itu kepada Kejati DIY.

Dodi mengungkapkan, kuat dugaan, Liliek Karnaen mengorup dana bantuan program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-gempa 2007. Aksinya itu membuat negara mengalami kerugian hampir Rp 1 triiun, yakni sekitar Rp 911 miliar.

Status Liliek menjadi terpidana, jelas Dodi, berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) pada 2013, yakni Nomor 188 K/Pid. Sus/2013. Isinya, secara sah dan meyakinkan, Liliek Karnaen terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut.

"Saat itu, vonisnya yaitu empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan," ujarnya.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar