Sang Bos Pinjol Ilegal Pasrah Saat Diciduk Polisi

sang-bos-pinjol-ilegal-ini-pasrah-saat-diciduk-polisi Direktur Reskrimsus Polda Jabar, KOmbes Arif Rachman (kanan).. (net)

PINDAINEWS -- Maraknya Financial Technology (Fintech) Peer to Peer (P2P) Lending alias pinjaman online (pinjol) ilegal menjadi perhatian serius pemerintah. Bahkan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menginstruksikan jajarannya untuk menangani pinjol ilegal secara serius.

Dasar itu yang membuat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meresponnya secara sigap. Satu buktinya, beberapa waktu lalu, berdasarkan pelaporan seorang korban, Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jabar menggerebek sebuah lokasi yang dugaannya menjadi kantor pinjol ilegal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam penggerebekan itu, Polda Jabar menggiring puluhan orang yang dugaannya menjadi karyawan pinjol ilegal itu. Dalam perkembangannya, sebanyak 79 orang dipulangkan Polda Jabar.

Sisanya, menjalani pemeriksaan. Beberapa di antaranya, berstatus tersangka.Ditreskirmsus Polda Jabar pun tetap menyeriusi keberadaan pinjol ilegal.

Terkni, mengutip berbagai sumber, Ditreskrimsus Polda Jabar menciduk RSO, seorang pria, yang dugaan kuat, merupakan bos puluhan aplikasi pinjol ilegal.

Informasinya, RSO menjadi sosok yang mengendalikan 20-an aplikasi pinjol ilegal. Ternyata, puluhan aplikasi itu sangat berkaitan dengan penggerebekan kantor pinjol di DIY tersebut.

Komisaris Besar (Kombes) Polisi Arif Rachman, Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar, menegaskan, tanpa waktu lama, pihaknya menetapkan RSO. Dalam menjalankan aksinya, RSO memiliki kantor di Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta.

Arif Rachman menyatakan, seiring dengan terciduknya RSO, secara total, jumlah tersangka kasus pinjol ilegal menjadi delapan orang. Perwira menengah Polri ini menjelaskan, RSO berperan sebagai pengendali aktivitas pinjol ilegal.

Bahkan, pria itu pun menyiapkan beragam fasilitas. Misalnya, sebut Arif, hard-ware seperti Personal Computer (PC), laptop, dan lainnya. Termasuk sambung dia, fasilitas soft-ware, yakni berupa aplikasi dan tim teknisi.

Bahkan, sambungnya, RSO-lah yang menyodorkan banyak nomor kontak kepada Desk Collector saat proses penagihan.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar