Jurus Pemprov Jabar Kebut Terbitnya SNI Bagi Dunia Usaha

jurus-pemprov-jabar-kebut-terbitnya-sni-bagi-dunia-usaha . (net)

PINDAINEWS, Bandung -- Berdasarkan regulasi, setiap komoditas yang diproduksi dunia usaha di tanah air, wajib bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Karenanya,  agar sektor dunia usaha di Jabar lebih bergairah dan menggeliat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar punya sebuah kiat ampuh berkaitan dengan sertifikasi SNI.

Bagaimana caranya?

Mengutisp sejumlah sumber, agar jumlah pelaku usaha di Jabar yang bersertifikat SNI meningkat sehingga daya saing dan nilai tambah kian kuat, Pemprov Jabar berkolaborasi dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Sinergi itu bertujuan mengakselerasi enerbitan SNI bagi untuk para pelaku usaha tatar Pasundan. "Kerja sama ini menjadikan Jabar sebagai role model bagi pelaku usaha, termasuk UMKM (Usaha Mikro-Kecil-Menengah)," tandas Kepala BSN, Kukuh S Achmad, usai pembukaan Bulan Mutu Nasional 2021, Rabu (3/11/2021).

Pihaknya berharap, hingga 2026, terdapat ratusan UMKM Jabar yang menjadi percontohan pelaku usaha lainnya.

Berkaitan dengan hal itu, Kukuh menyatakan, pihaknya siap memfasilitasi para pelaku usaha Jabar, termasuk UMKM, dalam proses sertifikasi SNI. Caranya, ungkap dia, mengoperasikan Kantor Pelayanan Teknis.

"Fungsi kantor itu yakni menjembatani UMKM Jabar yang butuh informasi dan pendampingan sertifikasi SNI," jelasnya.

Pihaknya pun, sambung dia, bekerja sama dengan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Tujuannya, mempermudah pelaku usaha memperoleh pelayanan sertifikasi SNI secara lebih cepat dan gratis melalui skema Onlie Single Submission (OSS).

Hingga kni, kata dia, terdapat sekitar 7 ribu pelaku usaha yang mendaftar melalui OSS. Mayoritas, ujarnya, bergerak pada sektor pangan. Mereka yang mendaftar, sahut dia, langsung berhak menggunakan tanda SNI bina UMKM.

Dia menegaskan, sertfikasi SNI sangat penting. Pasalnya, terangnya, sertifikat SNI melindungi konsumen dan dunia usaha dari berbagai aspek. Yakni, kesehatan, keselamatan, dan keamanan. Tentu saja, produk berlabel SNI bisa lebih berdaya saing dan bernilai tambah.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar