TPU Ulujami Jadi Tempat Peristirahatan Terakahir Vanessa Angel

tpu-ulujami-jadi-tempat-peristirahatan-terakahir-vanessa-angel Sejumlah pelayat menziarahi makam Vanessa Angel.. (net)

PINDAINEWS -- Pada Kamis (4/11/2021), dunia entertainment Indonesia berduka. Aktris sinetron cantik yang membintangi sejumlah Film Televisi (FTV), Vanesca Adzania alias Vanessa Angel, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan di ruas Tax On Location (TOL) Jombang-Mojokerto KM 672 arah Surabaya, tepatnya, wilayah Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jatim.

Dalam kecelakaan itu, Vanessa, yang menumpangi kendaraannya, yaitu Mitsubishi Pajero bernomor polisi B 1264 BJU, meninggal dunia bersama suaminya, Febri Andriansyah.

Dalam kecelakaan itu, tiga penumpang lainnya selamat. Mereka yakni sang driver berinisial JT, seorang anak berusia bawah lima tahun (balita) yang merupakan buah hati pasangan Vaenssa Angel-Febri Andriansyah, dan baby sitter.

Hari ini, Jumat (5/11/2021), disertai gerimis hujan, pihak keluarga menjadikan Tempat Permakamam Umum (TPU) Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Malaka, yaitu Ulujami Pesanggarahan Jakarta Selatan, sebagai tempat peristirahatan terakhir sang artis bersama suaminya.

Dalam pemakaman itu, jasad Febri Andriansyah yang tersimpan di dalam petii jenazah, menjadi yang pertama dimasukkan petugas ke dalam liang lahat.  Setelahnya, petugas memasukkan peti jenazah berisi jasad Vanessa Angel ke dalam liang lahat, yang lokasinya bersebelahan dengan makam Febri Andriansyah.

Berita sebelumnya, kecelakaan maut itu terjadi Kamis (4/11/2021) siang sekitar pukul 12.36 WIB. Sebelum kecelakaan, mendiang Vanessa Angel beberapa kali mengunggah video Instagram Stories.

Satu di antaranya, berupa sebuah pertanyaan. "Ada yang bisa tebak aku mau kemana?". tulis Vanessa.

Tidak itu saja, Vanessa pun mengunggah video. Dalam video itu, Vanessa tersenyum seraya mempertontonkan aktivitas para penumpang lainnya. Mendiang Febri Adriansyah pun melakukan hal yang sama, yaitu mengunggah video. Dalam video unggahan Febri,  terlihat Vanessa tertidur.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar