Waspadai Penipuan, Catat Call Center Resmi BJB

waspadai-penipuan-catat-call-center-resmi-bjb Seorang Customer Service bank bjb melayani nasabah melalui Call Center.. (pindainews/ISTIMEWA)

PINDAINEWS, Bandung -- Beragam cara dilakukan sejumlah oknum dan pelaku kejahatan untuk meraih keuntungan meski melanggar hukum. Di antaranya, bermodus penipuan yang mengatasnamakan berbagai korporasi, termasuk PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk (Perseroda) alias bank bjb.

Karena itu, perbankan berlabel Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya penipuan.

Pada sisi lain, bank bjb pun terus menjangkau para nasabahnya secara lebih efektif, efisien, dan mudah. Yaitu, melalui sejumlah channel komunikasi yang pengaksesannya selama 24 jam.

"Termasuk call center resmi bank bjb, yaitu nomor 14049," tandas Vice President Corporate Secretary Division bank bjb, Widi Hartoto, dalam keterangan resminya, Selasa (1/2/2021).

Tentang adanya aksi penipuan yang mengatasnamakan bank bjb, Widi meminta seluruh masyarakat dan nasabah perbankan yang berkantor pusat di Jalan Naripan Bandung ini agar tetap waspada.

"Kami mengidentifikasi, bahwa modusnya mengaku sebagai call center bank bjb. Para pelaku itu menelepon nasabah, dan kemudian melancarkan aksinya," jelas Widi.

Widi mengatakan, pihaknya mengoeprasikan beberapa channel komunikasi resmi. Selain Call Center yakni 14049 yang pengaksesannya selama 24 jam, pihaknya pun memiliki saluran komunikasi lainnya.

Yaitu, sebutnya, berupa electronic mail (e-mail) resmi , bjbcare@bankbjb.co.id. Lalu, sambungnya, akun media sosial resmi bank bjb yakni Instagram @bankbjb, Twitter @infobankbjb, Facebook bank bjb, serta website resmi, https://www.bankbjb.co.id.

. "Akun media sosial bank bjb Official adalah akun verified yang bercentang biru," terangnya.

Widi mengingatkan para nasabah agar memastikan bahwa masyarakat yang menerima informasi tentang bank bjb, bersumber pada channel-channel komunikasi resmi tersebut.

Pihaknya, seru Widi, mengimbau para nasabah dan masyarakat agar tidak pernah memberikan  informasi data rahasia kepada siapa pun.

Misalnya, sebut dia, Nomor PIN (Personal Identification Number), User ID, Kode OTP (One Time Password), User ID, serta Kode Akses dan informasi.

Termasuk,  nomor, Card Verification Value (CVV) dan tanggal kadaluwarsa (expire date) kartu kepada pihak mana pun.

"Kami tidak pernah meminta informasi data itu melalui sarana media elektronik yang tidak aman dan bukan channel resmi," tegas Widi.

Menjaga kemanan data nasabahnya, sambung dia, merupakan prioritas pihaknya. Saat ini, ungkapnya, pihaknya menerapkan Anti-Fraud Management System (AFMS) untuk menjamin kemanan dan kenyamanan nasabah bertransaksi digital bank bjb.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar