Efek PTM 100 Persen Lebih Maksimal?

efek-ptm-100-persen-lebih-maksimal . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS, Bandung - Mulai 10 Januari 2021, sejumlah sekolah di Kota Bandung menggulirkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Meski demikian, belum seluruh sekolah yang melansgungkannya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Hikmat Ginanjar, menyatakan, pihaknya sangat siap menyambut bergulirnya PTM 100 persen. Hal itu, jelasnya, PTM berperan pentaing dalam dunia pendidikan.

Dia menilai, transfer ilmu oleh guru kepada para pelajar lebih maksimal bila secara off-line. “Anak-anak butuh contoh. suri tauladan, yakni guru, yang bisa mereka lihat secara langsung di dalam kelas,” tandasnya, saat memantau PTM 100 persen perdana di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 43 Bandung.

Hikmat menjelaskan, Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM) perdana pada semester genap 2022, Kota Bandung menerapkan empat kelompok simulasi PTMT. Kelompok simulasi 1 terdiri atas 330 sekolah, yang menggulirkan PTM 100 persen.

Lalu, kelompok II, yang mencakup 1.677 sekolah, melangsungkan simulasi PTM Terbatas. Jumlah maksimum pelajar yakni 75 persen kapasitas.

Lalu, kelompok II yang melibatkan 632 sekolah. Kelompok ini pun menggulirkan PTM Namun, jumlah pelajarnya maksimum 50 persen.
Sedangkan kelompok IV. adalah sekolah-sekolah yang belum melangsungkan PTM Terbatas. Kelompok ini, jumlah pelajarnya maksimum 25 persen.

Durasi agenda KBM pun mengalami penyesuaian. Setiap harinya, terdiri atas enam jam pelajaran. Khusus level Sekolah Menengah Atas (SMA)-Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan sederajat, satu jam mata pelajarannya yakni  1x45 menit.

Kemudian, pada level Sekolah Menenga Pertama (SMP) dan sederajat, durasinya yaitu 1x40 menit. Kemudian, pada level Sekolah Dasar (SD) dan sederajat, durasinya 1x35 menit.

Khusus level Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), durasi waktu KBM disesuaikan oleh guru.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar