Di Jabar-Banten, Honda Bidik Angka 19 Ribu Unit

di-jabar-banten-honda-bidik-angka-19-ribu-unit Seorang konsumen menerima The All New Honda BR-V.. (Adriansyah/PINDAINEWS)

PINDAINEWS -- Menggeliatnya industri otomotif juga terjadi di Indonesia. Satu faktornya yakni penerapan stimulus Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (BBnBM DTP). Geliat otomotif pun dirasakan PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Honda Motor Company di tanah air.

Di Jabar, PT HPM mencatat kinerja penjualan yang positif. Terbukti, selama 2021, PT HPM melalui main dealer Jawa-Bali, Honda Bandung Center (HBC), menorehkan volume penjualan sebanyak 12 ribu unit.

"Tahun lalu, sekitar 12 ribu unit varian terjual di Jabar-Banten," tandas Iwan Tjandradinata, Direktur HBC, pada sela-sela Hand Over The All New Honda BR-V, di Trans Studio Mal, Jalan Gatot Subroto Bandung.

Iwan mengakui bahwa PPnBM DTP sangat membantu perekonommian, khususnya, industri otomotif nasional menjadi lebih bergairah. Akan tetapi, kata Iwan, masih ada hal yang menjadi kendala pihaknya untuk menorehkan performa kinerja yang lebih moncer.

Yakni, pasokan chip semi-konduktor. Minimnya pasokan chip semi-konduktor, jelas Iwan, menyebabkan proses produksi terhambat. Efeknya, ketersediaan unit pun belum memenuhi permintaan.

Meski demikian, Iwan optimistis bahwa pada 2022 pihaknya bisa menorehkan volume penjualan yang lebih baik daripada 2021. Pihaknya, cetus dia, mencanangkan, tahun ini, volume penjualan seluruh varian Honda sebanyak 19 ribu unit.

Soal hand-over The All New Honda BR-V, Iwan mengatakan, hingga kini, pihaknya menerima pemesanan sebanyak 400 unit. Yang terserah-terimakan, sebutnya, secara total di Jabar-Banten, yakni 100 unit.

"Proyeksi kami, khusus The All New Honda BR-V, tahun ini, terjual sekitar 3.500 unit," ungkap pria berkaca  mata ini seraya berharap, The All New Honda BR-V membawa pihaknya mendominasi pasar Low Sport Utility Vehicle (LSUV).

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar