Industri Keuangan Jadi Sasaran Phising

industri-keuangan-jadi-sasaran-phising Ribuan kasus phising terjadi di Indonesia.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Seiring dengan kian berkembangnya teknologi digital, bukan berarti risiko terminimalisir. Sebaliknya, perkembangan teknologi digital pun harus diimbangi dengan security system yang sangat mumpuni.

Hal itu sebagai upaya antisipasi Cyber Attack, termasuk phising atau aksi kejahatan secara memperoleh informasi sensitif, seperti kata sandi dan kartu kredit, melalui komunikasi elektronik, termasuk pesan singkat yang seolah-olah dikirim oleh institusi resmi.

Berkaitan dengan phising, melansir sejumlah sumber, ternyata, pada awal tahun ini, terjadi ribuan kasus. Data Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menunjukkan, selama triwulan I 2022, kasus phising yang terjadi di Indoensia melebihi 3.000 kasus. Industri keuangan menjadi target yang paling banyak.

Muhammad Fauzi, Deputi Pengembangan, Riset Terapan, Inovasi dan Teknik PANDI, mengutarakan, periode Januari-Maret 2022, terjadi 3.180 kasus phising. Sekitar 50 persen kasus itu, menjadikan industri keuangan sebagai target.

Target berikutnya, sebut dia, yaitu e-commerce, sekitar 27 persen. Berikutnya, sektor pengelolaan aset Crypto,  yakni sekitar 11 persen. Bahkan, tegas dia, media sosial dan game pun menjadi sasaran para pelaku phising.

Pada Januari 2022, di Indonesia, terjadi 1.267 laporan Cyber Attack, yang terdiri atas phising situs web, organisasi, dan pemanfaatan domain.

Bulan berikutnya, ucap dia, terjadi sebanyak 1.059 kasus phising. Sedangkan bulan ini, sahut dia, sebanyak 1.037 kasus phising melanda Indonesia.

Melihat hal itu, Rahmad menegaskan, perlu penanganan sangat serius dan maksimal menyikapi fenomena maraknya phising di Indonesia yang memang merugikan masyarakat.

"Harapan kami, masyarakat turut aktif melaporkan situs website ber-domain .id jika ternyata dimanfaatkan para pelaku phising. Jika memang benar ada indikasi penggunaan oleh pelaku phising, kami langsung memblokirnya, termasuk doman id yang kerap menyebarkan hoax," paparnya.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar