Laba Toyota Berkurang. Ini Pemicunya

laba-toyota-berkurang-ini-pemicunya Prediksinya, laba Toyota terkontraksi 20 persen.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Dalam dunia bisnis, termasuk otomotif, banyak faktor yang menyebabkan berkurangnya perolehan laba. Antara lain, mahalnya biaya operasional, seperti dana belanja bahan baku serta komponen.

Berkurangnya  laba, prediksinya, juga dialami raksasa otomotif Jepang, Toyota Motor Corporation.

Mengutip sejumlah sumber, pada tahun fiskal kali ini, perkiraannya, laba yang diraup Toyota Motor Corporation berkurang, yakni menjadi 2,4 triliun yen atau setara Rp 265 triliun alias terkontraksi sekitar 20 persen. Satu penyebabnya, naiknya biaya bahan baku.

Akan tetapi, pada sisi lain, prediksinya, pada tahun fiskal ini, income yang diraup Toyota  Motor Corporation bergerak positif sekitar 10-12 persen atau pada posisi 3,36 triliun yen yakni menjadi sekitar Rp 376 triliun.

Pada triwulan akhir 2022, perolehan laba operasional Toyota Motor Corporation terkontraksi 33 persen. Harga sahamnya pun drop 4 persen lebih.

Karena itu, agar kinerja keuangannya tetap kuat tahun fiskal ini, Toyota Motor Corporation mencanangkan volume penjualan  global sekitar 8,8 juta unit atau sekitar 7,5 persen lebih banyak daripada tahun fiskal sebelumnya.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar