KPK Tambah Masa Penahanan Ade Yasin Menjadi 40 Hari

kpk-tambah-masa-penahanan-ade-yasin-menjadi-40-hari Bupati Bogor non-aktif, Ade Yasin.. (net)

PINDAINEWS -- Sebelum Idul Fitri 2022, secara mengejutkan, Bupati Bogor, Ade Yasin, diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Kuat dugaan, adik kandang Bupati Bogor 2008-2013 dan 2013-2018, Rachmat Yasin, yang juga beberapa tahun silam berurusan dengan KPK karena dugaannya korupsi, ini terlibat kasus suap.

Informasinya, dugaannya, Ade Yasin menyuap petugas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jabar agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berpredikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Sebagai upaya pengungkapan dan penuntasan perkara ini, KPK melakukan berbagai upaya. Selain penggeledahan di sejumlah lokasi dan menyita sejumlah barang bukti, berupa dokumen, elat elektronik, dan sejumlah uang pecahan asing, KPK pun menambah masa penahanan Ade Yasin hingga 40 hari mendatang.

Melansir sejumlah sumber, Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengemukakan, pihaknya menambah masa penahanan Ade Yasin. Penambahan masa penahanan itu berlaku 17 Mei-25 Juni 2022.

Penambahan masa penahanan itu, jelasnya, sebagai upaya pihaknya  mengumpulkan alat bukti. Misalnya, sebut dia, memeriksa para saksi.

Hari ini, ucapnya, pihaknya memeriska enam saksi. Yakni Andri Hadian selaku Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Bogor.

Lalu, Hanny Lesmanawaty Sub-Koordinator Pelaporan Dinas BPKAD Pemkab Bogor, Kemudian, Ruli Fathurahman sebagai Kepala Sub-bagian(Kasubbag) Penatausahaan Keuangan Setda Kabupaten Bogor .
Berikutnya, Desirwan yang merupakan Kepala Seksi Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Desirwan. Selanjutnya, Teuku Mulya selaku Kepala BPKAD Pemkab Bogor, Teuku Mulya.

Terakhir, ujarnya, yaitu Ade Jaya selaku Kepala BPAKD Kabupaten Bogor periode 2019-2021.

Selain itu, KPK pun menambah masa penahanan para tersangka lainnya. Yaitu Maulana Adam selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor.

Selanjutnya, Ihsan Ayatullah yang menjadi Kepala Sub-didang Kas Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor. Lalu, Rizki Taufik selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Bogor

Tersangka selanjutnya, yaitu Anthon Merdiansyah selaku Kepala-Sub Auditorat BPK Jabar III sekaligus pengendali teknis, Arko Mulawan yang menjadi Ketua Tim Audit Interim BPK Kabupaten Bogor, dan dua Pemeriksa BPK Jabar, Hendra Nur Rahmatullah Karwita serta Gerri Ginajar Trie Rahmatullah.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar