Tugas Baru BUMN: Distribusikan Migor Tepat Sasaran

tugas-baru-bumn-distribusikan-migor-tepat-sasaran Kementerian BUMN punya tugas mendistribusikan migor.. (Twitter)

PINDAINEWS -- Selama beberapa bulan terakhir, masyarakat di tanah air sulit memperoleh minyak goreng (migor). Seandainya tersedia, harga jualnya sangatlah mahal, melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.

Karenanya, pemerintah melakukan berbagai upaya antisipasi dan penanggulangan. Satu di antaranya, memberi tugas baru kepada sejumlah korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Seperti apa tugas baru itu?

Mengutip sejumlah sumber, sebagai upaya penanggupangan dan pemenuhan kebutuhan mogor, Kementerian BUMN memiliki tugas baru.

"Yaitu, bersama kalangan swasta, mendistribusikan migor. Pendistribsuiannya pada 10 ribu titik," tandas Erick Thohir, Menteri BUMN. Rabu (18/5/2022).

Kerja sama dengan swasta itu, jelasnya, salah satu faktornya, pihaknya belum memiliki jalur atau akses distribusi pada seluruh titik pendistribusian.

Pola pendistribusiannya, ungkap mantan pemilik saham peraih Scudetto Lega Calcio Serie A 2020-2021, Inter Milan, ini, secara bertahap. Pekan pertama, sambungnya, pendistribusiannya mencakup sekitar 1.200 titik.

"Pekan berikutnya, titik pendistribusian bertambah menjadi 2.500 titik. Selanjutnya, cakupan pendistribusian yakni sekitar 5 ribu titik," terangnya.

Pola itu, kata dia, sebagai sebuah strategi agar harga jual  migor terus turun. Saat ini, kata Erick Thohir, harga jual migor curah sekitar Rp 21 ribu per liter. Tahap awal, targetnya, harga jualnya  menjadi Rp 19 ribu per liter.

"Target selanjutnya, harga jualnya menjadi Rp 17 ribu per liter," tukasnya.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar