Pemkot Bandung Sesalkan Tragedi Kekurangan Oksigen

pemkot-bandung-sesalkan-tragedi-kekurangan-oksigen Ahyani Raksanagaera, Kepala Dinkes Kota Bandung.. (net)

PINDAINEWS, Bandung  - Beberapa waktu lalu, beredar sebuah video meninggalnya seorang pasien karena dugaannya kekurangan oksigen saat menjalani perawatan sebuah rumah sakit (RS) di Kota Bandug.

Ternyata, korban adalah warga Gang Samsi Rukun Tetangga (RT) 08-Rukun Warga (RW) 01 Kelurahan Kebon Waru, Kecamatan Batu Nunggal, Kota Bandung  berama Asih Sekarning.

Informasinya, kuat dugaan Asih Sekarning meninggal karena terlambat memperoleh penanganan petugas Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Tentu saja, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sangat menyesalkan terjadinya peristiwa itu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanagara, menyatakan, kasus Asih Sekarning merupakan sebuah pengalaman dan pembelajaran yang sangat penting bagi pihaknya.

"Yang pasti bagi kami itu adalah pembelajaran penting. Setiap RS harus  berkomunikasi secara baik dengan para pasiennya, baik status, kondisi, maupun rencana penanganannya," tandas Ahyani di Balai Kota Bandung, Senin (23/5/2022).

Adanya pola-pola informasi seperti itu, jelas dia, bisa mempermudah para pasien untuk mengetahui kondisinya.

Pembelajaran lainnya, lanjut dia, yakni berkaitan dengan Standar Operasional Pelayanan (SOP). Ahyani menegaskan, RS wajib mengedukasi masyarakat secara transparan.

Apabila masyarakat mengkritik atau mengajukan saran, lanjutnya, RS harus meresponnya.

Sayangnya, Ahyani menolak menjawab pertanyaan tentang apakah pelayanan RSHS sesuai SOP atau belum. "Itu bukan ranah kami. Ada tim audit medis. Tim sudah menjelaskan kondisi pasiennya (Asih)," kelit Ahyani.

Pada sisi lain, Ahyani mengatakan, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian agar kasus ini tidak terulang. Antara lain, dokter penanggung jawab pasien itu memiliki keterangan sebagai Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP).

Dokter itu, tegasnya, wajib mengedukasi dan menginformasikan kondisi pasien, termasuk upaya-upaya penanganannya secara jelas. Selain itu, seru Ahyani, seluruh petugas medis pun wajib responsif. 

Setiap RS, ucapnya, memiliki ada unit pengaduan. Apabila terjadi permasalahan yang berkaitan dengan pelayanan, masyarakat bisa mendatangi unit itu.

Masyarakatnya pun, tambahnya, idealnya, bertanya secara langsung kepada DPJP tentang kondisi pasien, termasuk penanganannya agar tidak terjadi kesalahpahaman. Sayangnya, ucap Ahyani, masih banyak masyarakat yang sungkan untuk bertanya

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar