Garuda Punya Fokus Baru: Domestic Flight dan Kargo

garuda-punya-fokus-baru-domestic-flight-dan-kargo . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Berbagai upaya untuk lebih menggeliatkan korporasi-korporasi berlabel Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus dilakukan pemerintah, dalam hal ini, Kemneterian BUMN. Satu di antaranya, lebih menggairahkan kinerja PT Garuda Indonesia (Persero).

Agar kinerjanya lebih menggeliat, Kementerian BUMN menyatakan, maskapai berbendera BUMN itu punya dua fokus baru. Yaitu domestic flight (penerbangan domestik) dan kargo alias pengangkutan logistik.

Mengutip sejumlah sumber, Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri BUMN II, mengamukakan, fokus pada domestic flight dan kargo itu berdasrkan terkabulnya homologasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) baru PT Garuda Indonesia (Persero).. 

Khusus domestic flight, jelasnya, PT Garuda Indonesia (Persero) hanya mengoperasikan rute-rute favorit dan sejumlah kota  besar di tanah air. "Satu di antaranya, Bali," tandasnya.

Soal kargo, lanjutnya, PT Garuda Indonesia (Persero) mengembangkan pola Open Sky Policy. Saat ini, ujarnya, Open Sky Policy. dalam pembahasan Kementerian Perhubungan.

Jika Open Sky Policy terealisasi, tuturnya, PT Garuda Indonesia (Persero) bisa berkolaborasi dengan maskapai global. Perannya, terang dia, sebagai feeder atau konektor.

Sebenarnya, ujar Kartika Wirjoatmodjo, beberapa maskapai ternama dunia. Antara lain, sebutnya, Singapore Airlines, Qatar Airlines, dan lainnya, tampil sebagai hub-player. Itu karena, jelasnya, maskapai-maskapai tersebut tidak mengoperasikan rute domestik di Bumi Khatulistiwa.

Dia mengungkapkan, sejatinya, banyak pasar global yang meminati beragam komoditas asal wilayah timur Indonesia. Utamanya, sambungnya, komoditas kelautan.

Melihat kondisi itu, sahutnya, PT Garuda Indonesia (Persero) memiliki kans untuk membuka kargo ke berbagai negara, semisal Jepang, Singapura, dan Hong Kong, untuk mengirim beragam komoditas asal Indonesia bagian timur secara langsung.

Masih tentang kargo, tambahnya, PT Garuda Indonesia (Persero) pun berpeluang mengembangkan extra baggage.

Pada sisi lain, Kartika mengutarakan, PT Garuda Indonesia (Persreo) pun menerapkan efisiensi. Di antaranya, memangkas armadanya.

"Yang pada 2020 sebanyak 210 unit pesawat, tahun ini, jumlahnya berkurang menjadi 120 unit pesawat, yang terdiri atas 94 unit pesawat narrow body dan 26 pesawat wide body," tutupnya.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar