Bulog Jamin Daging Impor Tidak Terkontaminasi PMK

bulog-jamin-daging-impor-tidak-terkontaminasi-pmk . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Demi pemenuhan kebutuhan masyarakat, ada korporasi berbendera Badan Usaha Milik Negara (BIMN) yang memperoleh tugas pemerintah untuk turut menjaga pasokan daging, yakni Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistk (Bulog).

Namun, saat ini, wabah Penyakit Mulut-Kuku (PMK) pada ternak berkuku belah, seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba, melanda Indonesia. Tentunya, hal itu membuat publik di tanah air pun cukup khawatir apakah daging ternak yang mereka konsumsi terkontaminasi PMK atau tidak.

Menyikapi wabah PMK, mengutip sejumlah sumber, Perum Bulog menggaransi bahwa daging impor beku, yakni daging kerbau, tidak terkontaminasi PMK. Hal itu berdasarkan hasil Polymerase Chain Reaction (PCR);

Melalui keterangan resminya, Selasa (28/6/2022), Mokhamad Suyamto, Direktur Supply Chain Pelayanan Publik Perum Bulog menegaskan, berdasarkan hasil PCR di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), seluruh daging impor beku dalam kondisi sehat, tidak terkontaminasi PMK.

"Ini membuat kami menjadi lebih optimis  untuk menyalurkan dan mendistribusikan daging beku tersebut kepada masyarakat," tandasnya.

Sejatinya, ungkap dia, secara rutin, pihaknya melangsungkan uji laboratoriu komoditas daging beku.

Termasuk PCR., jelasnya, yang menjadi salah satu jajarannya agar kondisi daging beku impor asal India itu dalam kondisi sehat. Selain itu, sambungnya, juga menjadi cara pihaknya menyikapi wabah PMK.

Selama ini, lanjutnya, pihaknya pun memberlakukan sebuah mekanisme import daging beku. Yakni, tegas dia, wajib lolos verifikasi Kementerian Pertanian.

Tahun ini, ujar dia, pihaknya menerima penugasan pemerintah berupa mengimpor daging kerbau sekitar 100 ribu ton, yang menjadi alternatif bagi masyarakat dalam hal pemenuhan ketersediaan daging, juga agar stabilitas harga jual dan ketersediaan komoditas tetap terjaga.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar