PT KAI: Lawan Aksi Pelecehan, Jangan Takut!

pt-kai-lawan-aksi-pelecehan-jangan-takut . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Hingga kini, aksi kekerasan seksual bisa terjadi di mana pun, tidak terkecuali fasilitas pelayanan publik, seperti transportasi massal, satu di antaranya, kereta.

Berkenaan denganaksi kekerasan, korporasi berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Perseroi) pun bersikap tegas. Buktinya, PT KAI (Persero) melarang para pelaku kekerasan seksual untuk memnggunakan kereta selama-lamanya.

Pada sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) pun mengimbau para penumpang supaya tidak takut terhadap aksi kekerasan seksual.

"Benar. Lawan segala bentuk kekerasan, termasuk pelecehan seksual. Itu menjadi bagian kampanye kami," tandas Executive Vice President PT KAI (Persero) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Joko Widagdo, dalam keterangan resminya.

Cara melawan aksi kekerasan dan pelecehan seksual, jelas dia, laporkan kepada para pihak berwajib apabila mengetahui atau mencurigai adanya indikasi terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual.

Joko menerangkan, pihaknya pun melakukan berbagai upaya untuk mencegah kemungkinan terjadinya aksi kekerasan dan pelecehan seksual. Di antaranya, sebut dia, menggelar kampanye anti-pelecehan seksual bertajuk Lawan Segala Bentuk Kekerasan dan Pelecehan Seksual.

Dia menyatakan, kampanye anti-pelecehan seksual merupakan bentuk komitmen jajarannya. Pihaknya, tegas dia, sangat menolak, melawan, bahkan mengutuk segala jenis aksi kekerasan dan pelecehan seksual.

Tujuan kampanye ini pun, lanjutnya, sebagai penggugah masyarakat agar tidak takut melaporkan apabila melihat atau menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual pada transportasi umum, khususnya kereta.

Joko mengutarakan, pada kampanye anti-kekerasan dan pelecehan seksual, pihaknya pun melibatkan berbagai pihak. Antara lain, sebutnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar.

Lalu, sambung dia, Unit Pelayaan Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Jabar. Termasuk komunitas pecinta kereta.

Kepala UPTD PPA Jabar, Anjar Yusdinar, menyatakan, jika penumpang kereta mengalami kekerasan atau pelecehan seksual, sebaiknya melaporkannya.

"Tahap pertama, sampaikan jika menjadi korban atau mengetahui adanya indikasi kekerasan dan pelecehan seksual, kepada petugas

perkeretaapian. Masyarakat pun bisa mengadukannya kepada kami, baik melalui pesan singkat maupun Whatsaap pada nomor 0852-2220-6777," tutup Anjar.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar