Kasat Narkotika Tersandung Narkotika. Ujungnya Dibekuk Bareskrim

kasat-narkotika-tersandung-narkotika-ujungnya-dibekuk-bareskrim . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Sudah semestinya, anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), yang merupakan penegak hukum, menjadi panutan masyarakat.

Namun, yang dilakukan Kepala Satuan Reserse Narkotika (Resnarkotika) Kepolisian Resor (Polres) Karawang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) ENM sungguh memalukan citra polisi, yang saat ini direpotkan oleh kasus tewasnya Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Inspektur Jenderal Ferdy Sambo, kawasan Duren Tiga Jakarta Selatan.

Mengutip sejumlah sumber, AKP ENM diringkus Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri karena dugaannya, terlibat perederan narkotika.

Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Krisno H Siregar, Direktur Tipidnarkoba Bareskrim Polri, tidak membantah bahwa AKP ENM diciduk jajarannya.
Jenderal Polri bintang satu ini mengungkapan, pihaknya meringku AKP ENM pada 11 Agustus 2022 pagi, sekitar pukul 07.00 WIB.

"Lokasi penangkapan yaitu basement Taman Sari Mahogani Apartemen, Jalan Arteri Karawang Barat," tandasnya, Selasa (16/8/2022).

Brigjen Polisi Krisno H Siregar meneruskan, pihaknya pun sejumlah barang bukti. Yaitu, sebutnya, dua unit telepon seluler (ponsel).

Lalu, plastik klip berisi shabu berbobot bruto 94 gram. Kemudian, lanjutnya, plastik klip bening berisi shabu berberat bruto 6,2 gram.
Selanjutnya, kata dia, plastik klip berisi shabu berbobot bruto 0,8 gram. Berikutnya, tuturnya, plastik klip berisi dua butir pil ekstasi berberat bruto 1,2 gram.

"Total, sabu-sabu yang kami sita berbobot bruot 101 gram. Kami pun menyita satu unit timbangan digital, seperangkat alat hisap shabu dan cangklong, plus uang tunai Rp 27 juta," bebernya.

Dia menjelaskan, AKP ENM pihaknya ciduk berdasarkan penyelidikan dan pengembangan Operasi Anti Gedek di sejumlah tempat hiburan malam pada periode 30-31 Juli 2022.

Selama periode itu, tukasnya, pihaknya menangkap sejumlah tersangka sindikat peredaran narkotika, yaitu Juki cs, yang biasa beroperasi di beberapa tempat hiburan malam Kota Bandung, F3X Club Bandung dan FOX KTV Bandung.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar