Kritisi Kasus Duren Tiga, Ketua IPW dalam Bahaya?

kritisi-kasus-duren-tiga-ketua-ipw-dalam-bahaya Sugeng Teguh Santoso, Ketua IPW.. (net)

PINDAINEWS -- Berbagai perkembangan terus terjadi dalam kasus tewasnya Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga Jakarta Selatan.

Melansir sejumlah sumber, informasinya, karena kritis menanggapi kasus Duren Tiga, Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) dalam bahaya.

Melalui keterangannya, Sugeng, yang berani membongkar adanya indikasi keborokan sejumlah petinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), menyatakan, kuat dugaan, ada pihak yang memata-matai dan mengintainya.

"Saya tidak bisa tidur nyenyak. Saya hanya pasrah kepada Tuhan," tandasnya.

Sugeng Teguh Santoso mengungkapkan, kemungkinan besar, irjen Polisi Ferdy Sambo melakukan serangan balik kepada pihak-pihak yang mengungkap kasus Brigadir J.

Dugaan penintaian oleh sejumlah pihak itu, ujarnya, berdasarkan informasi yang diterimanya.

Sugeng menyinyalir bahwa pihak-pihak itu menyerang pribadi-pribadi pada Tim Khusus. Caranya,  melalui pola pendiskreditan nama baik.

Berdasarkan data yang dimiliknya, dugaannya, sekitar 20 orang melakukan pergerakan.

“Ketika memperoleh informasi adanya pemantauan FS (Fredy Sambo) sebelum pemeriksaan, dugaannya, ada pergerakan oleh sekitar 20 orang di luar kendali pimpinannya. Ke-20 orang itu, dugaannya berkomunikasi untuk mendukung FS. Kami menduga, mereka adadalh oknum kepolisian bukan warga sipil,” paparnya.

Dalam kasus ini, IPW berani membongkar dugaan keborokan sejumlah petinggi Polri. Mulai soal perempuan, praktik perlindungan judi dan narkoba, peredaran uang ratusan miliar rupiah dalam bisnis haram dan lainnya.

Soal tewasnya Brigadir J, Sugeng mengutarakan, pihaknya punya lima motif. Empat di antaranya, ucap dia, berkaitan dengan perempuan atau seksual. Satu lainnya, lanjut dia, berkenaan dengan perjudian dan narkotika. 

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar