Kapolda Metro Tahu Skenario Kasus Brigadir J?

kapolda-metro-tahu-skenario-kasus-brigadir-j Irjen Polisi Fadil Imran, Kapolda Metro Jaya.. (net)

PINDAINEWS -- Kisah tentang tewasnya, Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat di rumah dinas Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Ferdy Sambo, kawasan Duren Tiga Jakarta Selatan, terus menggelinding.

Kabar terbaru, mengutip sejumlah sumber, dugaannya, Irjen Polisi Fadil Imran, Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, mengetahui kasus tewasnya Brigadir J yang sebenarnya. Dugaan itu disampaikan Kamaruddin Simanjuntak, Kuasa hukum keluarga Brigadir J.

Komarudin menyatakan, berdasarkan dugaan bahwa Irjen Pol Fadil Imran mengetahui peristiwa tewasnya Brigadir J yang sebenarnya, pihaknya ingin Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, selaku Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengusut dan memeriksa Kepala Polda Metro Jaya itu.

Mencuatnya dugaan itu, kata Komarudin, salah satu faktornya  yakni Duren Tiga Jakarta Selatan termasuk wilayah hukum Irjen Polisi Fadil Imran.

Artinya, jelas dia, seluruh anggota Polri yang menangani perkara awal tewasnya Brigadir J, secara otomatis melaporkannya kepada Kapolda Irjen Polisi Fadil Imran.

Dia meneruskan, kemungkinan besar, Komisaris Besar (Kombes) Budhi Herdi Susianto, yang saat itu menjabat Kepala Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Selatan, pun melaporkan periswita itu kepada Irjen Polisi Fadil Imran.

"Jadi, Polri wajib mengorek yang bersangkutan berkenaan dengan peristiwa Duren Tiga," tandasnya.

Apabila ada indikasi keterlibatan Irjen Polisi Fadil Imran, tegasnya, tentu saja, Kepala Polri menonaktifkannya sebagai Kepala Polda Metro Jaya.
Dugaannya, keterlibatan Irjen Polisi Fadil Imran yakni pelanggaran penanganan Duren Tiga.

Dia meneruskan, lanjutnya, dugaan itu mengacu pada adanya empat perwira menengah (pamen) Direktrorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, yang merupakan anak buah Irjen Polisi Fadil Imran, melanggar kode etik penanganan perkaraa Brigadir J.

"Kemungkinan besar, keempat pamen Ditreskrimum Polda Metro Jaya itu melaporkan kasus Duren Tiga kepada Polda Metro Jaya yang dipimpin Irjen Polisi Fadil Imran,” paparnya.

Dia menyatakan, Irjen Polisi Fadil Imran harus bertanggung jawab atas para anak buahnya yang dugaannya menghilangkan alat bukti di lokasi kejadian, semisal rekaman Closed Circuit Television (CCTV).

Pada sisi lain, informasinya, Irjen Polisi Fadil Imran menjalani pemeriksaan Inspektorat Kusus (Itsus) Polri.

Dasar pemeriksaannya, diguaan keterlibatan Irjen Fadil Fadli Imran dalam skenario Obstruction fo Justice yang kuat dugaan, dilakukan Irjen Polisi Fersy Sambo, yang kini berstatus tersangka.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar