Perjuangkan Aset di Wilayah Jalan Garuda, PT KAI Lakukan Ini

perjuangkan-aset-di-wilayah-jalan-garuda-pt-kai-lakukan-ini Mess Elang PT KAI (Persero).. (pindainews/ISTIMEWA)

PINDAINEWS, Bandung -- Hingga kini, sebagai korporasi berbendera Badan Usaha Milik Negara (BUMN)< PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) tidak hanya menyediakan dan memberikan fasilitas pelayanan prima, tetapi juga berkewajiban menjaga aset-aset negara.

Namun, tidak sedikit permasalahan terjadi berkenaan dengan upaya PT KAI (Persero) memperthaankan aset negara. Satu di antaranya yang berlokasi di Kelurahan Garuda Kota Bandung.

Beberapa waktu lalu, Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan PT KAI (Persero). Putusan itu diterima korporas BUMN sektor transportasi massal itu pada 31 Agustus 2022.

Karena kecewa atas putusan MA itu, PT KAI (Persero) tetap berjuang keras mempertahankan aset negara. Caranya, melalui upaya hukum.

"Yakni, mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasasi kepada MA. Ini menjadi upaya kami mempertahankan aset negara, yang sifatnya kekayaan negara yang dipisahkan," tandas Vice President Public Relation PT KAI (Persero), Joni Martinus, Jumat (16/9/2022).

Sejatinya, tegas Joni, pihaknya punya bukti kepemilikan lahan yang menjadi sengketa itu. Bentuknya, ungkap Joni, Sertifikat Hak Pakai 1/1988. Berdasarkan dokumen itu, sambung Joni, pihaknya terus berjuang mempertahankan aset tersebut.

Joni mengungkapkan, aset di Kelurahan Garuda itu diklaim oleh Nani Sumarni cs, yang mengaku sebagai ahli waris Djoemena BP Lamsi.

Luas lahan itu, sebutnya, yakni 76.093 meter per segi atau sekitar 76 hektare. Pada lahan itu, ujarnya, terdapat sebuah bangunan PT KAI (Persero), yang yang ditempati pekerja dan pensiunan korporasi perkeretaan di tanah air ini.

Juga, lanjutnya, terdapat mess pekerja PT KAI (Persero), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan beberapa fasilitas umum lain.

Mantan Manager Hubungan Masyarakat (Humas) PT KAI (Persero) Daerah Operasional 2 Bandung ini mengisahkan, Nani Sumarni cs mulai memunculkan perkara ini pada 2020 pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung.

Lalu, lanjutnya, terbit Putusan Nomor 65/PDT.G/2020/PN.BDG  Majelis Hakim PN Bandung. Isinya, kata Joni, Nani Sumarni cs menjadi pemilik lahan itu. Putusan lainnya, menginstruksikan PT KAI (Persero) mengosongkan serta menyerahkan aset itu kepada Nani Sumarni cs.

Berbekal dokumen resmi, tegas Joni, pihaknya banding kepada Pengadilan Tinggi (PT) Jabar. Sayangnya, PT Jabar menolak banding itu.

Tidak puas oleh penolakan PT Jabar, tambah Joni, pihaknya mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung (MA).

Lagi-lagi, sesal Joni, MA menerbitlkan Putusan Kasasi Nomor: 1741 K/Pdt/2022, yang isinya penolakan kasasi PT KAI (Persero).

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar