Imbauan Bagi Publik Bandung: Jangan Beri Uang kepada Kalangan Ini

imbauan-bagi-publik-bandung-jangan-beri-uang-kepada-kalangan-ini Ilustrasi pengemis.. (Twitter)

PINDAINEWS, Bandung -- Selama beberapa waktu terakhir, Kota Bandung kembali marak oleh kehadiran kalangan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), semisal pengemis, pengamen, gelandangan, manusia gerobak, dan boneka pengemis.

Tidak sedikit masyarakat Kota Bandung yang resah oleh kehadiran mereka.

Melihat hal itu, Soni Bakhtiyar,  Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, mengimbau publik Kota Kembang supaya tidak memberi uang kepada kalangan PPKS.

Dia mengatakan, selain membuat pemandangan kurang elok, tidak jarang, kalangan itu berbuat anarkis apabila tidak menerima uang.

Dia mencontohkan, beberapa waktu lalu, aksi pembersih kaca yang menggores kaca kendaraan karena pengendaranya tidak memberinya uang pada persimpangan Istana Plaza (IP), kawasan Jalan Padjajaran Bandung. Aksi yang kemudian viral itu membuat pembersih kaca itu diciduk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP.

Aksi tidak terpuji itu, lanjutnya, menunjukkan bahwa PPKS berpotensi mengganggu ketertiban sosial.

Masih cukup maraknya PPKS, jelasnya, karena sangat mungkin, pemberian uang oleh masyarakat itu menjadi mata pencaharian kalangan tersebut.

Karenanya, tegas dia, mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung 9/2019, pihaknya mengimbau masyarakat Parisj van Java supaya tidak memberi uang kepada kalangan tersebut.

Dalam perda itu, terangnya, masyarakat yang terpergok memberi uang kepada PPKS, bisa terkena sanksi, berupa denda paksa bernilai Rp 500  ribu.

Pelarangan pemberian uang itu, terangnya, adalah sebuah cara supaya mengemis bukan menjadi mata pencaharian kalangan PPKS.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar