Kasus Duren Tiga Ada Keterlibatan Bisnis Perjudian?

kasus-duren-tiga-ada-keterlibatan-bisnis-perjudian . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Hingga kini, kasus tewasnya Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas mantan Kepala Divisi (Kadiv) Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), yang berdasarkan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) mengalami pemecatan tidak hormat sebagai anggota Polri, Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Ferdy Sambo, kawasan Duren Tiga Jakarta Selatan,masih bergulir.

Dalam perkembangannya, kasus ini memunculkan sejumlah cerita dan episode. Terbaru, ada dugaan, kasus Duren Tiga melibatkan warga sipil.

Mengutip sejumlah sumber, Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan, pihaknya menduga ada unsur warga sipil yang terlibat dalam kasus tewasnya Brigadir J.

Dugaan itu, ujarnya, yakni berkaitan dengan pivate jet yang digunakan eks Kepala Biro Pengamanan Internal (Paiminal) Divisi Propam, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Hendra Kurniawan, saat bertolak menemui keluarga Brigadir J di Jambi.

Dugaan IPW lainnya, adanya keberkaitan dengan Konsorsium 303 alias perjudian.

IPW menyatakan, dugaan itu mengacu pada informasi tentang jenis private jet yang digunakan Hendra Kurniawan. Yakni, T7-JAB.

Berdasarkan penelusuran IPW, kuat dugaan, private jet itu milik RBT alias Bong. Tidak itu saja, IPW menduga bahwa private jet itu pun kerap digunakan dua sosok yang konon, termasuk dalam konsorsium 303 wilayah Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, AH dan YS.

Sugeng Teguh Santoso meneruskan, berdasarkan catatan pihaknya, dugaannya, RBT merupakan Ketua Konsorsium Judi Online Indonesia yang bermarkas di Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan. Ironisnya, lokasinya hanya berjarak 200 meter dengan Markas Besar (Mabes) Polri.

Karenanya, tegas dia, pihaknya meminta Tim Khusus (Timsus) Polri mengusut dan menyelidiki dugaan adanya keberkaitan antara warga sipil dan dengan Ferdy Sambo dalam kasus ini.

"Termasuk soal dugaan Konsorsium 303 yang konon, dinaungi oleh Ferdy Sambo," ujarnya.

Saat bertolak ke Jambi untuk menemui keluarga Brigadir J, Sugeng Teguh menuturkan, berdasarkan pernyataan pengacara keluarga Brigadir J, Komaruddin Simanjuntak, tidak hanya Hendra Kurniawan yang menggunakan private jet itu.

Namun, lanjutnya, dugaannya, ada juga beberapa perwira Polri yang turut bertolak ke Jambi. Yakni, sebutnya, dugaannya Komisaris Besar (Kombes) Polisi Agus Nur Patria, Kombes Polisi Susanto, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rifazal Samual.

Lalu, sambungnya, juga terdapat beberapa nama lainnya. Dugaannya, sebut dia, yakni Brigadir Dua (Bripda) Fernanda, Brigadir Satu (Briptu) Sigit, Briptu Putu, dan Briptu Mika.

Berdasarkan pernyataan Komaruddin Simanjuntak, sahut dia, konon, private jet tersebut milik RBT.
Jadi, sambungnya, pihaknya menyinyalir adanya dugaan bahwa RBT dan YS terlibat dalam kasus Duren Tiga dan dugaan Konsorsium 303.

Selain pengusutan kasus Duren Tiga, Sugeng Teguh menambahkan, pihaknya pun meminta Timsus Polri menelusuri dugaan konsorsium itu tentang dukungan pencalonan Calon Presiden tertentu pada ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar