Di Karawang, Dua Jurnalis Dianiaya. Ini Sikap PWI Jabar

di-karawang-dua-jurnalis-dianiaya-ini-sikap-pwi-jabar . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Aksi kekerasan kembali dialami kalangan jurnalis. Kali ini, terjadi di Kabupaten Karawang. Dugaannya, Gusti Sevtian Gumilar dan Zaenal Mustofa disekap dan dianiaya sejumlah orang.

Informasinya, dugaan aksi kekerasan Gusti Sevtian Gumilar dan Zaenal Mustofa itu terjadi usai Launching Persatuan Sepak Bola Karawang (Persika) 1951.

Saat masih berada di Stadion Singaperbangsa Karawang,  beberapa orang yang mengaku suruhan seorang pejabat Kabupaten Karwang berinisial A, membawa Gusti Sevtian Gumilar ke sebuah tempat yang merupakan bekas Sekretariat Pengurus Besar (PB) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Karawang.

Di bangunan itu, dugaannya, orang-orang misterius itu memasukkan Gusti Sevtian Gumilar pada satu ruangan dan menutupnya rapat-rapat. Konon, hanya orang-orang suruhan itulah yang boleh masuk ruangan tersebut.

Selain itu, dugaannya, orang-orang suruhan itu merampas peralatan peliputan Gusti Sevtian Gumilar, misalnya gadget dan telepon selular (ponsel).

Di dalam ruangan itu, dugaannya, sejumlah orang menganiaya Gusti Sevtian Gumilar berupa pukulan dan hantaman kepala. Bahkan, konon, sosok A, yang kabarnya pejabat Kabupaten Karawang, juga berada di dalam ruangan itu.

Informasinya, A mencekoki Gusti Sevtian Gumilar oleh air seni sebanyak tiga kali. Tidak itu saja, Gusti Sevtian Gumilar pun, dugaannya, diintimidasi. Bentuknya, pengancaman berupa keluarga para pelaku tidak segan-segan menghabisi keluarga korban apabila melaporkan peristiwa itu.

Korban, yang mengalami penyekapan selama satu malam, yakni Sabtu (17/9/2022) malam sampai Minggu (18/9/2022) Pagi, akhirnya bisa keluar dari ruangan itu.

Hal itu karena ada keluarga korban yang mengetahui bahwa Gusti Sevtian Gumilar berada di dalam ruangan tersebut. Lalu, kerabatnya itu membawa korban pada sebuah dinas.

Sedangkan Zaenal Mustofa, dugaannya, dijemput sejumlah orang dari kediamannya, pada MInggu (18/9/2022) dinihari, sekitar pukul 04.00 WIB.
Kabarnya, saat berada di dalam mobil, Zaenal mengalami penyiksaan. Kepalanya rubek.

Setelah mengalami hal yang sangat buruk tersebut, pada Senin (19/9/20220) malam, Gusti Sevtian Gumilar dan Zaenal Mustofa menlaporkannya kepada Kepolisian Resor (Polres) Karawang. Nomornya STTLP/174/IX/2022/SPKT.RESKRIM/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT.

Tentu saja, aksi kekerasan itu menjadi perhatian Pengurus Daerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jabar.

HIlman Hidayat, Ketua PWI Jabar, mengecam dan tidak menolelir segala bentuk kekerasan kepada kalangan jurnalis.

"Kami ingin kepolisian segera mengusut dan mengungkap kasus ini sekaligus menangkap para terduga pelakunya," tandas Hilman Hidayat.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar