Bawaslu Diinjeksi Dana Rp 7 Triliun. Tapi Tetap Kurang

bawaslu-diinjeksi-dana-rp-7-triliun-tapi-tetap-kurang . (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Ketersediaan dana yang mumpuni bisa menunjang kinerja sebuah lembaga. Hal itu berlaku bagi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Mengutip sejumlah sumber, sebagai daya dukung kinerja Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) pada 2023, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merestui penetapan anggaran lembaga itu yang nilainya Rp 7,1 triliun.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu, Junimart Girsang, Wakil Ketua Komisi II DPR, mengemukakan, anggaran bernilai Rp 7,1 triliun itu bersifat definitif.

Pengalokasiannya, jelas dia, yakni program manajemen bernilai Rp 1,46 triliun, Sisanya, lanjut dia, yaitu Rp 5,63 triliun, pemanfaatannya untuk menyelenggarakan proses konsolidasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024

Karena itu, Junimart Girsang meminta Badan Anggaran (Banggar) DPR agar memenuhi usul penetapan anggaran Bawaslu itu, yang masuk dalam pagu definitif 2023.

Selain itu, Komisi II DPR pun menyetujui injeksi dana KPU 2023 bernilai Rp 15,98 triliun menjadi pagu definitif, termasuk merestui usul penambahan anggaran lembaga tersebut yang nominalnya Rp 7,86 triliun.

Rahmat Bagja, Ketua Bawaslu, menyatakan, tahun depan, pihaknya memerlukan sokongan dana bernilai Rp 13,17 triliun.

Meski menerima injeksi dana pemerintah bernominal Rp 7,1 triliun, Rahmat Bagja mengatakan, apabila mengacu pada nilai anggaran kebutuhannya, pihaknya masih butuh tambahan Rp 6,06 triliun.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar