Harga BBM Naik, Nelayan Jadi Sulit Peroleh Solar Subsidi

harga-bbm-naik-nelayan-jadi-sulit-peroleh-solar-subsidi Kapal nelayan.. (Ilustrasi/net)

PINDAINEWS -- Beberapa waktu lalu, pemerintah memutuskan  untuk menyesuaikan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Satu di antaranya, jenis solar.

Ada efek akibat penyesuaian BBM tersebut. Di antaranya, kenaikan harga jual beragam komoditas kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas), dan tarif transportasi.

Namun, ada hal yang menjadi ironi pasca penyesuaian harga BBM subsidi. Hal itu dialami kalangan nelayan, khususnya, Jabar.

Informasinya, setelah putusan penyesuaian harga jual BBM berlaku, nelayan Jabar justru sulit memperoleh solar subsidi.

"Nelayan termasuk kelompok yang sangat rentan terdampak penyesuaian harga BBM subsidi," tandas Uu Ruzhanul Ulum, Wakil Gubernur Jabar.

Mantan Bupati Tasikmalaya ini mengungkapkan, setelah penyesuaian harga BBM subsidi, selama beberpaa pekan, nelayan di Jabar tidak melaut. Penyebabnya, nelayan Jabar sulit memperoleh BBM subsidi jenis solar.

Melihat hal itu, guna mempermudah nelayan memperoleh solar subsidi, Panglima Santri Jabar ini meminta PT Pertamina (Persero) untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di sejumlah wilayah pesisir.

Uu menuturkan, sulitnya para nelayan Jabar memperoleh solar subsidi, sebenarnya, berlangsung sebelum penyesuaian harga BBM. Kondisinya makin sulit, sambung dia, setelah adanya penyesuaian harga BBM.

Memang, ujar Uu, pemerintah membolehkan para nelayan membeli solar subsidi menggunakan kartu. Akan tetapi, proses pembelian solar subsidi menggunakan kartu tidak mudah.

Para nelayan, ungkap dia, harus mengantre. Lokasinya pun, sambung dia, jauh dengan dermaga.

Uu meneruskan, Jabar membutuhkan SPBN dalam jumlah yang masif. Namun, lanjutnya, minimalnya, prioritas pembangunan SPBN yakni wilayah-wilayah aktif. Misalnya, sebut dia, Pangandaran, Bekasi, termasuk Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela) Jabar.

Editor: Erwin Adriansyah

Komentar